kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Konsumsi melemah, ekonom ini proyeksikan ekonomi kuartal II-2020 bisa minus 3%


Rabu, 10 Juni 2020 / 12:35 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi ekonomi


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2020 hanya bisa mencapai 2,97% yoy. Capaian tersebut jauh dari target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan oleh pemerintah atau di kisaran 4,5% - 4,7%.

Memasuki bulan terakhir kuartal II-2020, ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan menyusut hingga kisaran minus 2%-3%. Menurutnya, hal ini dipicu oleh perlambatan konsumsi rumah tangga. 

"Konsumsi rumah tangga menurun akibat penurunan aktivitas ekonomi di kuartal II-2020 yang menyebabkan pendapatan masyarakat menurun, dan sekaligus menurunkan daya beli masyarakat secara umum," kata Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (9/6). 

Baca Juga: Pemerintah prediksi ekonomi kuartal II-2020 minus, penjualan barang turun

Dengan kata lain, daya beli masyarakat yang turun dipicu oleh kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai daerah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. 

Josua juga melihat bahwa meski ada momen hari raya Idul Fitri di kuartal II-2020, ini tidak akan mengungkit perekonomian Indonesia di kuartal tersebut secara masif. Pasalnya, tingkat permintaan secara umum masih rendah akibat Covid-19 sehingga tingkat konsumsi pada hari raya lebaran kali ini lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya.  

Ini juga didukung oleh beberapa data lain, seperti rendahnya inflasi inti, penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), penurunan penjualan eceran, nilai tukar petani, bahkan penjualan otomotif. 




TERBARU

[X]
×