Reporter: Hervin Jumar | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN. CO.ID - JAKARTA. Konflik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada operasional penerbangan jemaah umrah Indonesia. Sejumlah jadwal penerbangan mengalami penyesuaian, meski otoritas Arab Saudi tidak mengeluarkan larangan pelaksanaan ibadah umrah.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah mencatat hingga 8 Maret 2026 sebanyak 2.062 jemaah umrah Indonesia telah dipulangkan ke Tanah Air. Dengan demikian, total kepulangan jemaah mencapai 19.509 orang sejak 28 Februari 2026.
Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyebut pemerintah terus memantau dan memfasilitasi proses kepulangan jemaah yang terdampak penjadwalan ulang penerbangan.
Baca Juga: Ekonom Celios Soroti Siaga 1 Militer, Picu Ketidakpastian Ekonomi
“Pada 8 Maret 2026 tercatat 17 jemaah dari PT BMA mengalami penjadwalan ulang kepulangan dan saat ini berada di Mekkah. Jemaah tersebut dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 10 dan 14 Maret 2026,” sebut Ilham dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).
Ia menuturkan, melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, pemerintah memfasilitasi komunikasi antara jemaah, maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan, serta otoritas terkait guna memastikan proses pemulangan berjalan lancar.
Tim KJRI Jeddah juga terus memantau situasi di lapangan dan menjembatani koordinasi antara jemaah, maskapai, serta penyelenggara perjalanan agar kepulangan dapat disesuaikan dengan jadwal penerbangan yang tersedia.
Selain itu, terdapat 67 jemaah dari PT RLW yang juga mengalami kendala kepulangan. Saat ini proses penjadwalan ulang penerbangan masih dilakukan oleh pihak terkait, dengan sebagian jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 9 Maret 2026 menggunakan Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.
Baca Juga: Ada El Nino, Pemerintah Geber Program Pompanisasi
KJRI Jeddah turut memfasilitasi komunikasi bagi lima jemaah umrah mandiri yang terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai.
Saat ini maskapai tengah mengurus proses pengembalian dana tiket serta penjadwalan ulang penerbangan pengganti menggunakan Saudia Airlines yang dijadwalkan berangkat pada 15 Maret 2026.
Kendati demikian, arus keberangkatan jemaah umrah dari Indonesia masih berlangsung. Pada 8 Maret 2026 tercatat sebanyak 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi.
Di sisi lain, penyesuaian jadwal penerbangan turut mempengaruhi operasional penyelenggara perjalanan ibadah umrah di dalam negeri.
Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Habib Barak Wan, mengatakan informasi penundaan keberangkatan berdampak pada penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), terutama bagi perusahaan yang telah melunasi berbagai komponen perjalanan.
“Dampak dari informasi penundaan umrah sangat merugikan bagi PPIU yang sudah full payment pesawat, hotel dan visa. Dan tidak semua pesawat cancel flight. Jika pesawat yang tetap beroperasi seperti biasa jemaah tetap harus berangkat sesuai jadwal,” tuturnya kepada Kontan, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Penjualan Eceran Diperkirakan Stabil 3 Bulan Mendatang, dan Naik 6 Bulan ke Depan
Menurutnya, AMPHURI saat ini tengah melakukan mitigasi dengan mendata anggota yang memiliki jemaah yang akan berangkat maupun yang sudah berada di Arab Saudi.
Habib menilai pengalihan penerbangan seharusnya menjadi tanggung jawab maskapai. Sementara untuk kebutuhan penginapan selama menunggu jadwal keberangkatan baru biasanya dapat dikomunikasikan dengan jemaah.
“Pengalihan pesawat seharusnya menjadi tanggung jawab airlines dan untuk penginapan selama menunggu keberangkatan bisa dikomunikasikan dengan jemaah dan rata-rata penyelenggara menyediakan penginapan,” katanya.
AMPHURI juga berharap maskapai dapat memberikan kemudahan bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan, termasuk dalam proses pengalihan penerbangan maupun pengembalian dana tiket.
“Airlines harus bijak dalam mengatasi masalah ini, dan bisa membantu para penumpang untuk mengalihkan ke penerbangan yang tetap beroperasi. Dan bila ada kasus refund harap dipermudah dan tidak ada biaya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













