kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Komisi XI DPR Setujui ATBI Penerimaan Operasional BI Rp 36,91 Triliun pada 2026


Kamis, 13 November 2025 / 15:54 WIB
Komisi XI DPR Setujui ATBI Penerimaan Operasional BI Rp 36,91 Triliun pada 2026
ILUSTRASI. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar, Mukhamad Misbakhun hadiri kegiatan sosial Forum Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan Prodip (FASTPRO) di Lapangan Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (18/12/2016). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN. BI dan komisi XI DPR menyetujui anggaran penerimaan operasional Rancangan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2026 sebesar Rp 36,91 triliun.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) dan komisi XI DPR RI menyetujui anggaran penerimaan operasional Rancangan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2026 sebesar Rp 36,91 triliun.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun membeberkan, BI dalam menyusun anggaran RATBI 2026 menggunakan indikator asumsi makroekonomi di 2026. Diantaranya, pertumbuhan ekonomi dipatok 5,33% year on year (yoy), inflasi 2,62% yoy, dan nilai tukar rupiah Rp 16.430 per dollar AS.

“Menyetujui penerimaan anggaran operasional RATBI 2026 sebesar Rp 36,91 triliun,” tutur Misbakhun dalam rapat kerja dengan BI, Kamis (13/11/2025).

Baca Juga: Ditjen Pajak Bongkar Kasus Faktur Pajak Fiktif Rp 10,6 Miliar

Adapun rincian penerimaan untuk anggaran oprasional tersebut terdiri dari, penerimaan aset valas Rp 36,82 triliun, penerimaan kelembagaan Rp 8,8 miliar. dan penerimaan administrasi Rp 76,36 miliar.

Adapun BI dalam pengelolaan penerimaan RATBI 2026 melaksanakan hal-hal diantaranya, pengelolaan cadangan devisa yang mengutamakan tujuan menjaga dan meningkatkan nilai cadangan devisa (ppreserved value), serta kecukupan likuiditas valas untuk mendukung kebijakan moneter dengan berpegang pada prinsip investasi pada aset yang aman, kesiangaan pemenuhan kewajiban segera, dan memperoleh pendapatan yang optimal.

Kemudian, pengelolaan investasi pada emas dilakukan secara aman, gradual, dan terukur.

Selanjutnya, pengelolaan penerimana oprasional sejalan dengan strategi pengelolaan cadangan devisa yang mengedepankan tujuan menjaga nilai cadangan devisa dan kecukupan likuiditas valas untuk mendukung kebijakan moneter di tengah tingginya dinamika pasar keuangan global yang berpengaruh ke pasar keuangan domestik, stabilisasi nilai tukar, serta pembayaran utang pemerintah.

Baca Juga: Gunakan Hak Rehabilitasi, Prabowo Pulihkan Nama Baik Dua Guru di Luwu Utara

Selanjutnya: Jemaah Haji Wajib Tahu: Cek Nomor Porsi dan Status via Haji Pintar

Menarik Dibaca: Promo The Body Shop Diskon s/d 70% Segera Berakhir, Berlaku sampai 15 November 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×