kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.494   104,00   0,63%
  • IDX 7.842   -110,11   -1,38%
  • KOMPAS100 1.092   -14,25   -1,29%
  • LQ45 800   -11,99   -1,48%
  • ISSI 265   -3,00   -1,12%
  • IDX30 415   -6,59   -1,56%
  • IDXHIDIV20 482   -6,66   -1,36%
  • IDX80 121   -1,83   -1,49%
  • IDXV30 130   -2,23   -1,69%
  • IDXQ30 134   -2,09   -1,54%

Kominfo dorong pengembangan satelit nano Indonesia


Senin, 25 Oktober 2021 / 20:31 WIB
Kominfo dorong pengembangan satelit nano Indonesia
ILUSTRASI. Menkominfo Johnny G. Plate. Kominfo dorong pengembangan satelit nano Indonesia.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

“Kondisi saat ini sekarang dalam final testing, kita appreciate dan juga appreciate bantuan dari Lapan maupun pemerintah, instansi lainnya, sehingga mereka diberikan kesempatan untuk bisa mengembangkan ini,” ujar Adi.

Plt. Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Erna Sri Adiningsih mengatakan, pihaknya akan terus secara konsisten akan memajukan upaya untuk mengembangkan satelit. Baik itu untuk kepentingan telekomunikasi maupun untuk kepentingan untuk penggunaan yang lainnya.

Ia mengatakan, penggunaan fasilitas di Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa terbuka bagi akademisi maupun swasta dalam pengembangan dan riset keantariksaan.

Selain itu, Erna menyebut, salah satu hal yang menjadi pekerjaan rumah bersama adalah terkait dengan sumber daya manusia (SDM).

“Saya kira dengan para pengembang nano satelit dari Universitas Surya ini jadi cikal bakal dan menjadi salah satu model bagaimana Indonesia akan terus membangun kemampuan generasi muda di dalam Iptek keantariksaan khsusnya satelit dan nano satelit ini menjadi salah satu tren untuk pengembangan satelit kedepan disamping satelit – satelit yang lainnya,” ucap Erna.

Selanjutnya: Menkominfo: Ruang Digital Harus Bersih dari Pinjol Ilegal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×