Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengaku masih menimbang berbagai opsi untuk merealisasikan permintaan Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru di sektor tekstil.
Permintaan Presiden Prabowo sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam ajang IBC Business Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyebut Danantara akan menyiapkan dana hingga US$ 6 miliar untuk mendukung pembentukan BUMN baru di sektor tekstil, yang dikaitkan dengan rencana restrukturisasi PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Baca Juga: Rosan Ungkap Lima Negara Top Investor RI Sepanjang 2025, Singapura Hingga Jepang
Rosan mengatakan, seluruh rencana investasi yang akan dijalankan Danantara harus melalui kajian kelayakan (feasibility study) dan asesmen menyeluruh dari berbagai aspek, termasuk keuangan, pasar, dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.
“Kami di Danantara, semua investasi yang kita lakukan itu sudah melalui feasibility study atau assessment yang penuh dari segala macam sektor. Tentunya juga ada kriteria atau parameter yang harus kita penuhi,” ujar Rosan belum lama ini saat ditemui di Kantor BKPM.
Menanggapi hal tersebut, Rosan tidak membantah besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor tekstil, terutama karena karakter industrinya yang padat karya. Ia menyebut, penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu parameter penting dalam keputusan investasi Danantara.
“Kami terbuka untuk menerima investasi yang mungkin dari sisi return lebih rendah dari parameter kita, apabila penciptaan lapangan kerjanya lebih tinggi. Tekstil ini salah satu sektor dengan kontribusi penyerapan tenaga kerja yang sangat besar,” jelas Rosan.
Rosan menambahkan, Danantara juga membuka peluang masuk ke aset-aset bermasalah atau distressed asset, sepanjang terdapat keyakinan bahwa perusahaan tersebut dapat dipulihkan melalui restrukturisasi yang menyeluruh.
“Kita lihat selama kita yakin bisa melakukan turn around perusahaan itu, melakukan restrukturisasi secara maksimal. Tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga dari market, off-taker, dan aspek lainnya, seperti yang kita lakukan di beberapa BUMN,” ujarnya.
Baca Juga: Investasi Asing Hanya Tumbuh 0,1% Sepanjang 2025, Ini Penjelasan Rosan
Meski demikian, Rosan menegaskan hingga kini belum ada keputusan final terkait bentuk dukungan yang akan diberikan, apakah melalui pembentukan BUMN baru, penyertaan modal, atau skema lain seperti pemberian pinjaman.
“Apakah bentuknya BUMN baru atau opsi lainnya, termasuk pemberian pinjaman, kita masih melihat dan mempertimbangkan opsi-opsinya,” pungkas Rosan.
Selanjutnya: Pesawat ATR 42-500 Rute Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak
Menarik Dibaca: Wajib Tahu! Ini 6 Ikan untuk Ibu Hamil yang Rendah Merkuri Aman Bagi Janin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
