kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.512   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

BPS Catat Ekspor Indonesia Turun 6,60% Jadi US$ 22,52 Miliar per November 2025


Senin, 05 Januari 2026 / 11:46 WIB
BPS Catat Ekspor Indonesia Turun 6,60% Jadi US$ 22,52 Miliar per November 2025
ILUSTRASI. Deputi BPS Pudji Ismartini. BPS mencatat kinerja ekspor Indonesia pada November 2025 mencapai US$ 22,52 miliar pada November 2025. ? (Dok/BPS)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Indonesia pada November 2025 mencapai US$ 22,52 miliar pada November 2025. Nilai tersebut turun 6,60% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 24,11 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa (BPS) Pudji Ismartini mengatakan, penurunan ini disebabkan oleh penurunan nilai ekspor komoditas non-migas (minyak dan gas).

Ekspor migas tercatat anjlok 32,88% yoy menjadi US$ 21,64 miliar pada November 2025, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 22,80 miliar. Sementara ekspor nonmigas turun 5,09% yoy menjadi US$ 0,88 miliar pada November 2025 dibandingkan tahun sebelumnya US$ 1,31 miliar.

Baca Juga: Pemerintah Rampungkan Revitalisasi 897 Sekolah Terdampak Banjir Sumut

“Penurunan ekspor November didorong ekspor nonmigas bahan bakar mineral atau HS 27 yang turun 18,89% dengan andil minus 2,77%. Lemak dan minyak hewani nabati turun 18,81% dengan andil minus 2,12%, serta besi dan baja turun 17,14% dengan andil minus 1,71%,” jelas Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Secara tahunan, BPS mencatat ekspor Indonesia juga mengalami kontraksi, terutama dari sektor pertambangan dan lainnya yang turun 22,28% dengan andil 3,55%. 

Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya nilai ekspor sejumlah komoditas utama seperti batu bara, bijih tembaga, lignit, neobium, hingga bijih titanium.

Baca Juga: Danantara Akan Groundbreaking 5 Proyek Hilirisasi, Nilai Investasinya Rp 100 Triliun

Sementara itu, secara kumulatif total ekspor Indonesia sepanjang Januari–November 2025 mencapai US$ 256,56 miliar atau tumbuh 5,61% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 242,93 miliar

BPS mencatat, andil utama ekspor nasional masih ditopang oleh sektor industri pengolahan yang meningkat 10,41% per November 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×