kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Ketua KPK: Inneke Koesherawati ikut 'cawe-cawe'


Senin, 23 Juli 2018 / 21:04 WIB
Inneke Koesherawati usai diperiksa KPK


Reporter: Andi M Arief | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Inneke Koesherawati, istri tersangka dan juga narapidana Fahmi Darmawansyah memiliki andil dalam kasus suap jual-beli sel di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin.

Sebelumnya, KPK telah menyita barang bukti uang tunai senilai Rp 279 juta dan US$ 1.140, serta dua unit mobil, yakni satu unit Mitsubishi Triton Exceed berwarna hitam dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakar berwarna hitam.

"Tapi yang jelas, antara lain pemesanan mobil itu, dia ikut cawe-cawe (menangani). Nanti masih kita dalami," tukas Agus Rahardjo, Ketua KPK seusai peringatan Hari Adhyaksa di Kejaksaan Agung, Senin (23/7).

Agus menduga, Inneke memiliki andil dalam pemesanan mobil yang dilakukan oleh suaminya. Fahmi kemudian memberikan mobil tersebut kepada Wahid sebagai pembayaran fasilitas yang ia terima di dalam penjara.

Sebelumnya, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Yang dilakukan KPK, penyidik KPK menjaring Kepala LP Sukamiskin, Wahid Husen, Staf Kepala LP Sukamiskin, Hendry Saputra, suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, dan napi pendamping, Andri Rahmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×