kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Ketemu PM Australia, SBY bahas pencemaran Montara


Selasa, 02 November 2010 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung soal pencemaran laut Timor saat bertemu dengan Perdana Menteri Australia Julia Gillard. SBY mengatakan pencemaran laut akibat tumpahan minyak dari Blok Montara itu harus ditangani agar tidak terjadi kerusakan lingkungan.

Seperti diketahui, PM Julia Gillard melakukan kunjungan ke Indonesia. Dia datang atas undangan khusus Presiden SBY.

Selain itu, SBY juga meminta, ganti rugi atas dampak tumpahan minyak dari blok milik PTTEP Australasia, perusahaan migas asal Thailand itu. Staf khusus Presiden bidang hubungan luar negeri Teuku Faizasyah menambahkan, Australia berkomitmen menyelesaikan masalah tersebut. "Karena Australia juga sebagai pihak yang dirugikan," kata Faizasyah, Selasa (2/11).

Tumpahan minyak akibat ledakan sumur minyak pada 21 Agustus 2009 silam memang turut mencemari perairan Australia. Sumur tersebut menyemburkan 500.000 liter minyak mentah bercampur kondensat dan timah hitam setiap harinya.

Pemerintah telah mengajukan ganti rugi kepada PTTEP Australasia. Namun, hingga kini, klaim ganti rugi tersebut belum disetujui.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×