kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   -32.000   -1,16%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Petugas Haji Diminta Siaga Penuh Sambut Kedatangan Jemaah Pasca-Armuzna di Madinah


Sabtu, 06 Juni 2026 / 22:41 WIB
Petugas Haji Diminta Siaga Penuh Sambut Kedatangan Jemaah Pasca-Armuzna di Madinah
ILUSTRASI. Wamenag ingatkan kelelahan jemaah haji gelombang 2 di Madinah pasca-Armuzna. Petugas diminta siaga penuh. (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta seluruh petugas haji Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Madinah.

Pesan tersebut disampaikan Dahnil saat meninjau kesiapan layanan jemaah di sejumlah hotel di Madinah pada Sabtu (6/6/2026), sehari sebelum kedatangan jemaah dari Makkah menuju Madinah.

Menurut Dahnil, fase pasca-Armuzna menjadi periode yang membutuhkan perhatian khusus karena mayoritas jemaah telah mengalami kelelahan fisik setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Muzdalifah dan Mina itu menguras energi luar biasa. Karena itu petugas harus memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah,” ujar Dahnil.

Baca Juga: 16.930 Jemaah Haji Reguler Nikmati Hotel Bintang Lima di Madinah

Ia menjelaskan, kondisi jemaah haji gelombang kedua berbeda dibandingkan dengan jemaah gelombang pertama. Apabila jemaah gelombang pertama memiliki kesempatan beristirahat di Madinah sebelum menjalankan puncak ibadah haji, maka jemaah gelombang kedua baru tiba di Madinah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah yang menguras tenaga.

“Jemaah gelombang kedua datang dalam kondisi yang lebih lelah. Karena itu seluruh layanan harus benar-benar siap dan responsif,” katanya.

Dahnil juga mengingatkan bahwa pelaksanaan tradisi Arbain oleh banyak jemaah Indonesia berpotensi menambah tingkat kelelahan apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan kondisi fisik yang baik. Oleh karena itu, ia mengimbau jemaah agar tidak memaksakan diri dan tetap memprioritaskan kesehatan selama berada di Madinah.

“Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik. Jangan memaksakan diri, apalagi cuaca di Madinah saat ini cukup panas,” pesannya.

Kepada petugas kesehatan, Dahnil meminta agar prinsip pelayanan cepat dan responsif diterapkan secara maksimal. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun klinik sektor diminta tetap siaga penuh untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan para jemaah.

“Prinsipnya adalah fast response. Setiap laporan harus segera ditindaklanjuti dengan empati dan kepedulian. Saya minta seluruh petugas kesehatan benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Baca Juga: Palestina hingga Tanzania, Ini Daftar Negara Penerima Daging Dam Haji dari Adahi

Selain aspek kesehatan, Dahnil juga meminta pengawasan yang ketat terhadap layanan konsumsi bagi jemaah. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kebugaran jemaah selama menjalankan aktivitas di Madinah.

Menjelang fase akhir operasional penyelenggaraan ibadah haji, Dahnil mengingatkan bahwa tugas pelayanan kepada jemaah masih belum selesai. Ia meminta seluruh petugas tetap menjaga semangat, fokus, dan profesionalisme dalam memberikan layanan hingga seluruh jemaah Indonesia kembali ke Tanah Air.

“Haji belum selesai. Justru pada fase ini pelayanan harus semakin optimal karena jemaah membutuhkan perhatian lebih besar setelah melewati puncak ibadah haji,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×