kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.720   76,91   1,36%
  • KOMPAS100 740   12,02   1,65%
  • LQ45 561   7,45   1,35%
  • ISSI 199   2,41   1,23%
  • IDX30 318   3,56   1,13%
  • IDXHIDIV20 391   1,72   0,44%
  • IDX80 84   1,30   1,56%
  • IDXV30 107   -0,03   -0,03%
  • IDXQ30 102   0,71   0,69%

Kerek pertumbuhan ekonomi, Indonesia-Pakistan sepakat perluas kerja sama


Minggu, 02 Mei 2021 / 14:53 WIB
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/9/2020). Kerek pertumbuhan ekonomi, Indonesia-Pakistan sepakat perluas kerja sama.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

"Pakistan saat ini merupakan negara dengan populasi terbesar ke-5 di dunia dan menjadi pasar yang sangat menjanjikan bagi produk-produk Indonesia," terang Ni Made.

Sejak implementasi IP-PTA pada 2013 hingga 2020 total perdagangan bilateral kedua negara tumbuh sebesar 62,9%. Dari angka tersebut, nilai ekspor Indonesia ke Pakistan meningkat sebesar 68,6%.

"Hal ini disebabkan oleh semakin terbukanya akses pasar Pakistan yang membuat produk ekspor andalan Indonesia lebih berdaya saing," terang Ni Made.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemendag, nilai total perdagangan kedua negara pada 2020 mencapai US% 2,6 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Pakistan mencapai US$ 2,4 miliar.

Angka tersebut membuat Pakistan berada pada urutan ke-16 tujuan ekspor utama Indonesia. Sedangkan dalamm hal impor, Pakistan menempati urutan ke-43 sebagai negara sumber impor utama Indonesia dengan nilai impor US$ 194,9 juta.

Selanjutnya: Kemendag targetkan 4 perundingan dagang rampung tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×