kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.830
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,33%

Kenaikan tarif PPh impor tidak untuk mendorong penerimaan pajak

Kamis, 06 September 2018 / 20:56 WIB

Kenaikan tarif PPh impor tidak untuk mendorong penerimaan pajak
ILUSTRASI. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan Pajak penghasilan (PPh) pasal 22 terhadap 1.147 barang impor tidak akan berimbas pada peningkatan penerimaan pajak negara.

Direktur Penyuluhan dan Pelayanan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menyebut, kenaikan PPh 22 ini, guna untuk mengurangi defisit CAD (Current Account Defisit) yang secara tidak langsung berdampak pada tren pelemahan rupiah.


“Ini yang perlu kami sampaikan bahwa kebijakan PPh 22 itu tidak sama sekali untuk meningkatkan penerimaan pajak. Itu kepada mengurangi defisit CAD kita,” kata Hestu kepada Kontan.co.id, Kamis (6/9).

Langkah kebijakan kenaikan PPh pasal 22 ini diharapkan mampu mengendalikan arus impor di tengah gejolak nilai tukar rupiah dan juga meningkatkan produksi dalam negeri.

“Dengan dinaikkannya PPh pasal 22 impor ini kita berharap menjadi kebijakan baik bagi industri dalam negeri , untuk justru merebut pangsa pasar yang selama ini (cenderung tinggi penggunaan) barang impor,” ujarnya.

Hestu juga menyebut bahwa PPh impor pasal 22 dinaikkan atau tidak akan sama saja pendapatan pajak Negara, kalaupun naik persentasenya tidak signifikan. Ia juga menyebutkan bahwa dengan kenaikan PPh 22 ini diharapkan penerimaan pajak dari komponen dalam negeri.

“Kalau dari sisi penerimaan kita tidak terlalu berharap itu. Kan bisa saja meskipun mereka menaikkan tarifnya tapi nilai impornya akan berkurang. Jadi menurut kami akan sama saja. Ya mungkin akan naik sedikit tapi itu tidak ke material,” katanya

“Karena kemungkinan barang yang diimpor pun volumenya juga akan berkurang nilainya. Nah kita harapkan produsen dalam negeri bisa meningkatkan kapasitasnya, menguasai pasar dan nanti penerimaan pajaknya kita berharap dari yang dalam negeri ini,” lanjut Hestu.

Hestu menyebutkan bahwa target PPh Pasal 22 adalah Rp 60 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga Agustus 2018, realisasi penerimaan pajak ada di angka Rp 36 triliun.


Reporter: Kiki Safitri
Editor: Yudho Winarto

PAJAK

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0549 || diagnostic_web = 0.2897

Close [X]
×