kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemungkinan, PDIP Berkoalisi dengan Golkar


Selasa, 03 Maret 2009 / 16:59 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PDI Perjuangan kemungkinan besar akan berkoalisi dengan Partai Golkar. Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung menyatakan siap menjalin koalisi dengan Golkar pada pemilu presiden 2009. Ia menuturkan PDI Perjuangan dan Golkar sudah memiliki pengalaman berkoalisi pada pemilihan kepala daerah. “Dari koalisi yang dibangun PDI dan Golkar pada pilkada, hasilnya 86 % menang,” katanya dalam diskusi Agenda 23 di Kantor DPP Golkar, Selasa (3/3)

Sementara, Ketua DPP Golkar Burhanuddin Napitupulu mengatakan Golkar siap menjalin koalisi. Pasalnya, Golkar merupakan partai yang fleksibel dan memiliki hubungan baik dengan partai manapun. Ia mencontohkan, tidak mungkin PDI Perjuangan menjalin koalisi dengan Partai Demokrat. Sebab adanya ketidakharmonisan antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati dengan Ketua Dewan Pembina Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. “Golkar sudah berpengalaman menjalankan pemerintahan dengan Demokrat, namun hubungan dengan PDI Perjuangan juga baik,” katanya

Sementara Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring menyatakan berdasarkan kajian litbang PKS, pada pemilu tahun ini tidak ada satupun partai yang sanggup memperoleh suara diatas 25 Persen.
Apalagi tingkat golput pada pemilu tahun ini diperkirakan mencapai sebesar 30 persen. “Mau tidak mau partai harus berkoalisi untuk memperoleh tiket ke pilpres,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×