kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.025,63   -7,01   -0.68%
  • EMAS932.000 -0,96%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kemenkes Temukan Patogen yang Diduga Penyebab Hepatitis Misterius


Jumat, 24 Juni 2022 / 17:51 WIB
Kemenkes Temukan Patogen yang Diduga Penyebab Hepatitis Misterius
ILUSTRASI. Dokter Puskesmas Kecamatan Lohbener memeriksa kesehatan sejumlah anak dalam rangka pencegahan penyakit hepatitis akut di Desa Pamayahan, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (14/5/2022). Kemenkes Temukan Patogen yang Diduga Penyebab Hepatitis Misterius.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian kesehatan (Kemenkes) melaporkan per Kamis (24/6) ada 70 kasus hepatitis misterius yang ditemukan di Indonesia, 16 di antaranya berstatus probable atau diduga terinfeksi hepatitis misterius.

Juru bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berupaya mencari penyebab dari penyakit tersebut. Seperti diketahui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini juga belum mengungkap apa penyebab dari infeksi hepatitis misterius ini.

“Pemerintah telah melakukan tes sequencing atau tes deteksi virus di laboratorium untuk menelusuri kemungkinan patogen yang memicu penyakit hepatitis ini,” kata Syahril dalam Konferensi Pers yang dipantau secara daring, Jum’at (24/6).

Dijelaskannya, dalam tes tersebut, 4 dari 15 pasien probale hepatitis misterius diperiksa dan hasilnya terdapat patogen yang paling sering ditemui, yaitu cytomegalovirus (CMV).

Baca Juga: Bertambah Lagi, Hepatitis Misterius di Indonesia Menjadi 70 Kasus

“Sementara ada juga ditemukan patogen lain, yaitu satu pasien positif enterovirus dan satu pasien positif adenovirus," sambung dia.

Pada kesempatan yang sama, Dokter spesialis anak RSCM, Hanifah Oswari, mengatakan meski patogen CMV banyak ditemukan pada pasien hepatitis misterius dengan status probale. Namun katanya bukan berati patogen tersebut menjadi penyebab utama hepatitis misterius.

Dia menjelaskan, CMV bisa saja terjadi secara koinfeksi yaitu pasien terpapar dua penyakit atau infeksi.

“Bahwa CMV kita temukan pada pasien kasus probable belum berarti bahwa ini penyebabnya, bisa saja ini suatu kejadian yang terjadi bersama-sama," sebutnya.

Baca Juga: WHO Laporkan Lebih dari 700 Dugaan Kasus Hepatitis Akut Misterius di 34 Negara

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa patogen CMV ini memang cukup banyak ditemukan pada bayi dan menular. Dampak dari patogen ini dapat menyebabkan bayi kuning, gangguan di otak, kerusakan otak, kelainan mata dan gangguan pendengaran.

“CMV kerap menular melalui kontak erat dan cairan tubuh seperti air liur, darah, kotoran tinja, hingga berhubungan seksual,” sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Berkomunikasi dengan Diplomatis dan Asertif

[X]
×