Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 Daerah Kerja Makkah membuka empat klinik kesehatan satelit di Hotel Al-Hidayah. Fasilitas ini dihadirkan sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia yang bermukim di hotel tersebut.
Dokter dari Tim Kesehatan Haji Sektor 10, dr Mario Abdullah, menjelaskan bahwa keberadaan klinik satelit itu bertujuan mempermudah jemaah dalam memperoleh akses pelayanan medis dengan lokasi yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
“Kami membuka fasilitas pelayanan yang terdiri dari empat klinik kesehatan satelit,” ujar Mario di Hotel Al-Hidayah, Aziziyah, Makkah, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, keempat klinik tersebut tersebar di beberapa tower hotel. Klinik satelit 1 berada di Tower 1 dan melayani jemaah di Tower 1 dan 2. Klinik satelit 2 ditempatkan di Tower 3 untuk melayani jemaah di Tower 3 dan 9A.
Baca Juga: CNG vs LPG 3 Kg: Selisih Biaya Bisa 30%-40%, Ini Simulasi Penghematannya
Selanjutnya, klinik satelit 3 berada di Tower 4 yang melayani jemaah di Tower 4, 9C, dan Tower 5. Sementara klinik satelit 4 yang berada di Tower 8 melayani jemaah di Tower 6, 7, dan 8.
Mario menyampaikan, operasional penuh klinik masih menunggu izin dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Selama masa tersebut, petugas kesehatan tetap memberikan pelayanan melalui kunjungan langsung ke kamar jemaah.
“Untuk sementara, sambil menunggu izin resmi, kami melakukan visitasi ke jemaah,” kata Rido.
Menurut dia, metode tersebut dilakukan agar jemaah tetap mendapatkan layanan kesehatan meski klinik belum beroperasi secara penuh.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, mayoritas jemaah mengeluhkan gangguan kesehatan ringan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah kasus tekanan darah yang tidak stabil.
“Hal ini kemungkinan dipengaruhi aktivitas jemaah yang cukup padat, sehingga berdampak pada kondisi fisik, termasuk tekanan darah,” ujarnya.
Untuk penanganan, Rido memastikan bahwa tim kesehatan telah menyediakan obat-obatan yang cukup dan dapat langsung diberikan sesuai dengan indikasi medis.
Baca Juga: Kemenkeu Perketat Restitusi Pajak, Akses Dipersempit dan Batas Nilai Dipangkas
“Alhamdulillah obat-obatan sudah tersedia dan kami bisa memberikan pengobatan sesuai kebutuhan jemaah,” katanya.
Rido menegaskan, jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim kesehatan akan berkoordinasi dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atau merujuk pasien ke rumah sakit di Arab Saudi.
“Jika ada kasus yang lebih berat, kami akan rujuk agar jemaah mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












