kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kemendesa PDTT targetkan penurunan desa tertinggal hingga 14.402 desa pada 2022


Kamis, 03 Juni 2021 / 17:58 WIB
ILUSTRASI. Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

Abdul Halim menambahkan, tahun depan juga ditargetkan adanya penurunan angka kemiskinan di pedesaan sebesar 11,6%. Selain itu program prioritas lainnya ialah, menargetkan adanya peningkatan investasi di pedesaan guna mendukung transformasi ekonomi.

Persentase kenaikan investasi di pedesaan tahun 2022 ditargetkan mencapai 1,7%, meningkat dari target tahun 2021 sebesar 1,5%.

"Kemudian revitalisasi badan usaha milik desa (BUMDes), ditargetkan 7.500 BUMDes yang revitalisasi," imbuhnya.

Baca Juga: Penyaluran BLT dana desa hingga Mei telah mencapai Rp 3,09 triliun

Tak hanya BUMDes, Kemendesa PDTT juga menargetkan revitalisasi badan usaha milik desa bersama atau Bumdesma. Adapun tahun depan ditargetkan jumlah Bumdesma yang terevitalisasi mencapai 245 Bumdesma dan 155 Bumdesma maju.

Terakhir, Kemendesa PDTT menargetkan untuk program peningkatan status perkembangan kawasan transmigrasi yang direvitalisasi, di mana nilai rata-rata indeks perkembangan 52 kawasan transmigrasi prioritas nasional yang direvitalisasi tahun 2022 ditargetkan mencapai level 53,2.

"Untuk indeks pengembangan 100 kawasan transmigrasi tahun 2022 mencapai 42,03 ini rata-rata target kementerian,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×