kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.781   86,26   1,51%
  • KOMPAS100 751   15,47   2,10%
  • LQ45 569   12,62   2,27%
  • ISSI 200   1,61   0,81%
  • IDX30 322   6,89   2,18%
  • IDXHIDIV20 397   7,80   2,01%
  • IDX80 85   1,73   2,08%
  • IDXV30 108   1,52   1,44%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

Indonesia Raup Investasi Baru US$ 500 Juta dari China, Total Capai US$ 10,5 Miliar


Kamis, 02 Juli 2026 / 13:09 WIB
Indonesia Raup Investasi Baru US$ 500 Juta dari China, Total Capai US$ 10,5 Miliar
ILUSTRASI. CHINA-ECONOMY-TRADE (AFP/CN-STR)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengamankan tambahan komitmen investasi baru senilai sekitar US$ 500 juta melalui kerja sama Two Countries, Twin Parks (TCTP). Dengan tambahan tersebut, total komitmen investasi dalam skema TCTP kini mencapai sekitar US$ 10,5 miliar.

Komitmen baru tersebut berasal dari penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha dan institusi akademik Indonesia dan China dalam China-Indonesia TCTP Economic and Trade Cooperation Matchmaking Conference yang digelar di Fuzhou, Provinsi Fujian, pada 15 Mei 2026.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, mengatakan investasi menjadi salah satu penggerak utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Baca Juga: Pemerintah dan DPR Kerek Ambang Minimal Belanja Negara di RAPBN 2027

"Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%, investasi adalah salah satu pendorong utama, khususnya di provinsi-provinsi yang terlibat dalam kerja sama TCTP. Kami mengharapkan target dapat dicapai lebih cepat dibandingkan dengan provinsi lainnya," ujarnya dikutip dari siaran pers, Kamis (2/7/2026).

Sepuluh MoU tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari biomedis dan uji klinis, keamanan data dan kecerdasan artifisial (AI), perdagangan digital, manufaktur peralatan rumah tangga, kesehatan dan alat kesehatan, industri herbal, mobilitas kendaraan listrik, manufaktur sepeda motor listrik, elektronik konsumen, hingga kerja sama akademik dan riset.

Komitmen investasi tersebut melengkapi capaian investasi senilai US$ 10 miliar yang sebelumnya diumumkan pada Februari 2026 di Jakarta.

Selain menghasilkan komitmen investasi baru, pemerintah Indonesia dan China juga menyepakati percepatan sejumlah proyek prioritas dalam pertemuan tingkat tinggi (Tripartite High-Level Meeting) yang melibatkan Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM), Pemerintah Provinsi Fujian, dan delegasi Indonesia.

Beberapa agenda yang disepakati antara lain percepatan proyek unggulan antara China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), penyelesaian Roadmap TCTP 2026, perluasan cakupan kawasan TCTP, reaktivasi pusat layanan TCTP di Fuzhou, peningkatan akses pasar produk ekspor Indonesia ke Tiongkok, serta penguatan konektivitas logistik dan pariwisata.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang pembukaan akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia seperti durian segar dan kelapa, penjajakan rute pelayaran langsung antara Fujian dan kawasan TCTP di Indonesia, serta pengembangan konsep Twin Parks plus Tourism Economy untuk mengintegrasikan kawasan industri dengan sektor pariwisata.

Baca Juga: SAL Pemerintah Akhir 2025 Capai Rp 438,26 Triliun, Menkeu Sebut Masih Memadai

Pemerintah menilai implementasi TCTP akan menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong investasi, perdagangan, pengembangan kawasan industri, penciptaan lapangan kerja, dan memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia-China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×