kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kemendag berupaya tingkatkan akses pasar baja, tekstil, dan furnitur ke AS


Senin, 25 November 2019 / 17:22 WIB
Kemendag berupaya tingkatkan akses pasar baja, tekstil, dan furnitur ke AS
ILUSTRASI. Calon Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga melambaikan tangan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama.


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan akses pasar produk-produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Salah satunya dengan mengupayakan pengenaan tarif yang seminim-minimnya bagi produk-produk potensial Indonesia di pasar AS seperti produk baja, tekstil, dan furnitur.

Hal tersebut diupayakan Wamendag Jerry yang memimpin Delegasi Indonesia pada pertemuan dengan Acting Deputy Under Secretary for International Trade U.S. Department of Commerce, Diane Farrell, di Washington DC, AS, pada Rabu (20/11). 

Baca Juga: Pemerintah Indonesia berupaya membuka pangsa pasar buah tropis ke AS

“Pada pertemuan bilateral tersebut, kami fokus pada upaya meningkatkan akses pasar untuk mendorong ekspor Indonesia ke AS. Kami mencoba untuk meningkatkan ekspor baja dengan meminta pengecualian pengenaan tarif 25% untuk produk baja. Selain itu juga kami menginginkan agar produk tekstil dan furnitur Indonesia dapat mengisi pasar AS,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Lebih lanjut Wamendag Jerry menjelaskan, ketiga produk Indonesia tersebut berpotensi memberikan kontribusi peningkatan ekspor Indonesia, khususnya ke AS. Baja menjadi komoditas ekspor Indonesia ke AS yang menjanjikan mengingat komoditas baja sangat diperlukan AS untuk mendukung industri.

Sementara itu, furnitur dan tekstil masuk dalam kategori produk utama Indonesia yang akan ditingkatkan ekspornya ke AS. Indonesia juga menyampaikan keinginan untuk mengisi kekosongan importasi AS atas kedua produk tersebut yang selama ini berasal dari Tiongkok.

Baca Juga: Pemerintah berkomitmen untuk segera menyelesaikan GSP Country Practice Review

Selama ini, produk pakaian jadi masih menjadi komoditas yang mendominasi ekspor Indonesia ke AS yang pada Januari-Agustus 2019 tercatat lebih dari US$ 3 miliar. 

Sedangkan furnitur, ekspornya tercatat meningkat signifikan selama Januari-September 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 24,4% dari US$ 560,2 juta menjadi US$ 696,7 juta. 

Lebih lanjut, Jerry juga mengungkapkan, peningkatan akses pasar dengan pengecualian kenaikan tarif ini penting untuk memberikan kontribusi bagi pencapaian target total perdagangan antara Indonesia dan AS sebesar US$ 60 miliar.

Baca Juga: Mendag menargetkan sebelas perjanjian perdagangan bisa diselesaikan pada tahun 2020

“Kami berharap Pemerintah AS nantinya akan memperluas akses pasar bagi produk-produk Indonesia, serta memberikan respons positif atas upaya Pemerintah Indonesia dalam penyelesaian isu-isu perdagangan bilateral kedua negara,” kata Jerry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×