kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.942   -70,00   -0,39%
  • IDX 6.027   141,42   2,40%
  • KOMPAS100 798   23,24   3,00%
  • LQ45 602   15,33   2,61%
  • ISSI 206   5,24   2,60%
  • IDX30 343   8,23   2,46%
  • IDXHIDIV20 423   8,53   2,06%
  • IDX80 90   2,47   2,81%
  • IDXV30 113   2,98   2,70%
  • IDXQ30 110   2,17   2,01%

Kemenaker dorong konvensi ILO 190/2019 segera diratifikasi


Jumat, 13 Maret 2020 / 20:40 WIB
Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziah saat diwawancarai secara khusus oleh Tribunnews di Kantor Kemnaker RI, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020). Wawancara tersebut terkait sejumlah isu yang berkembang seperti RUU Omnimbus Law dan pekerja migran Indonesia.


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tengah mendorong agar konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) No. 190 tahun 2019 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja bisa segera diratifikasi.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya tengah mengkaji konvensi ini dan diharapkan dokumen tersebut bisa diserahkan sesegera mungkin kepada DPR.

Baca Juga: Antisipasi corona, pemerintah wajibkan perusahaan sediakan masker bagi pekerja

"Mudah-mudahan segera kita bisa selesaikan. Tahapannya, sedang kita kaji, kemudian kita submit ke DPR kemudian kita pikirkan bagaimana ratifikasinya," ujar Ida, Jumat (13/8).

Menurut Ida, ratifikasi Konvensi no. 190 ini dibutuhkan melihat tingginya angka pelecehan seksual terhadap perempuan di tempat kerja. Menurut dia, masalah ini menjadi salah satu tanggung jawab Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Imbauan Menaker kepada perusahaan terkait pencegahan penyebaran virus corona




TERBARU

[X]
×