kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Kelud sempat muntahkan asap beracun


Sabtu, 15 Februari 2014 / 13:28 WIB
Kelud sempat muntahkan asap beracun
ILUSTRASI. Pangeran William, Prince Of Wales yang Sederhana


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

KEDIRI. Letusan Gunung Kelud di Kediri masih terasa hingga Sabtu (15/2/2014). Jika sehari sebelumnya, daerah ini dihujani material seperti pasir dan kerikil, pagi ini sempat muncul asap beracun.

Asap ini diperkirakan mulai terlihat sekitar pukul 08.00 WIB dan terlihat membumbung di areal steril dengan radius 15 kilometer dari pusat erupsi. Diperkirakan tidak ada warga yang ada di kawasan keluarnya asap.

Kabar keluarnya asap beracun ini beredar di pengungsian warga Kediri. Menurut Bahrudin, masyarakat di Kecamatan Wates Kediri, warga mengetahui asap beracun ini dari petugas Pos Pantau Gunung Kelud.

"Warga dapat kabar ada asap beracun dari Gunung Kelud. Tapi, dari pengungsian pun asap ini tak terlihat juga dirasakan warga," kata Bahrudin kepada Tribunnews.com.

Petugas memberi semacam peringatan kepada warga di pengungsian Kecamatan Kepung dan Kebon Rejo agar bersiap-siap melakukan antisipasi jika nantinya asap ini berpengaruh pada kesehatan warga.

Namun, hingga dua jam setelah pemberitahuan petugas,  asap tidak sampai ke areal pengungsian. Warga tidak melihat maupun menghirup asap beracun ini.

Warga sepertinya sudah terbiasa dengan peringatan semacam ini. Mereka tak terlihat panik dan tetap menjalani aktivitas di pengungsian dengan tenang. "Warga sudah siap siaga, tidak ada kepanikan karena asap beracun pagi tadi," sambung Bahrudin.

Saat ini, di radius 10 sampai 15 kilometer disterilkan aparat TNI dan relawan. Warga tidak boleh berada di areal tersebut dan diamankan di pos-pos pengungsian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×