kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Kejagung Geledah Money Changer Terkait Kasus Dugaan Korupsi Ekspor di Bea Cukai


Rabu, 21 Januari 2026 / 17:24 WIB
Kejagung Geledah Money Changer Terkait Kasus Dugaan Korupsi Ekspor di Bea Cukai
ILUSTRASI. Gedung Kejaksaan Agung (KOMPAS.com/RAHEL NARDA) Kejagung membenarkan telah menggeledah sejumlah tempat penukaran uang asing atau money changer terkait dugaan kasus korupsi ekspor bea cukai


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan telah menggeledah sejumlah tempat penukaran uang asing atau money changer terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata kelola crude palm oil (CPO) dan palm oil mill effluent (POME) di Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan. 

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, penggeledahan tersebut dilakukan di satu hingga dua lokasi money changer di Jakarta. 

“Ya, kami konfirmasi bahwa pada sekitar beberapa waktu yang lalu kami pernah melakukan penggeledahan di salah satu atau dua tempat, tempat penukaran uang asing," kata Syarief, ditemui di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (21/1/2026). 

Baca Juga: Tidak Lulus Syarat Kesehatan, 1.135 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat pada 2026

"Itu terkait dengan penyidikan kita dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata kelola CPO atau POME ya. Benar, kami benarkan," tambah dia. 

Menurut dia, penggeledahan itu dilakukan pada akhir Desember 2025, menjelang pergantian tahun.

Lokasi penggeledahan berada di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Selatan. 

Ia menjelaskan, money changer yang digeledah tersebut berada di dalam pusat perbelanjaan. Penggeledahan dilakukan untuk menelusuri dugaan aliran dana yang berkaitan langsung dengan perkara yang tengah disidik. 

“Kami melakukan penggeledahan itu dan itu dalam rangka kami mencari dugaan aliran-aliran dana ke satu atau dua orang melalui tempat penukaran," ujar dia. 

"Memang ada aliran uang, dari mana dan ke mananya belum bisa kami buka. Tapi, melalui ke tempat penukaran uang itu," tambah dia. 

Syarief menegaskan, meski penggeledahan itu berkaitan dengan penelusuran aliran dana, pihaknya belum dapat memastikan adanya unsur tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun, penggeledahan tersebut berkaitan langsung dengan perkara dugaan korupsi POME. 

“Belum bisa kita pastikan TPPU, tapi itu terkait dengan kasus yang sedang kita sidik. Terkait langsung," ucap dia.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik Jampidsus menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen.

Dokumen itu diduga memuat jejak transaksi keuangan yang sedang ditelusuri penyidik.

“BB itu pasti ada. BB yang kami sita adalah berupa dokumen. Karena yang kami cari adalah jejak-jejak transaksi di situ dan yang kami cari adalah dokumen-dokumen yang ada di situ," kata dia. 

Syarief juga menyebutkan bahwa aktivitas penukaran uang yang ditelusuri meliputi transaksi dari rupiah ke mata uang asing maupun sebaliknya. 

Namun, hingga kini, penyidik belum menyita uang tunai dari hasil penggeledahan tersebut.

“Kalau waktu kemarin belum. Karena kita hanya mencari jejak-jejak dari transaksi itu. Dan kebetulan ada di dua tempat penukaran uang asing. Itu saja kayaknya," terang dia. 

Terkait pihak yang melakukan penukaran uang dan keterkaitannya dengan unsur swasta maupun instansi lain dalam kasus POME, Syarief menyatakan belum dapat mengungkapkan lebih jauh karena masih menjadi materi penyidikan.

Baca Juga: BI Akan Lakukan Intervensi Skala Besar dan Gunakan Cadev untuk Pulihkan Rupiah

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/21/17044961/kejagung-geledah-money-changer-terkait-kasus-dugaan-korupsi-ekspor-di-ditjen?page=2.

Selanjutnya: Redam Kenaikan Mata Uang Baht, Thailand Akan Batasi Perdagangan Emas Online

Menarik Dibaca: Pantau 5 Kripto Top Gainers 24 Jam Terakhir, LayerZero Memimpin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×