Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah tengah menyiapkan empat skenario atau antisipasi keberangkatan haji 1447 H atau 2026, di tengah konflik memanas yang terjadi di Timur Tengah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak membeberkan, skenario tersebut misalnya, jika keamanan penerbangan tetap terjamin, maka rute penerbangan dapat diubah dengan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, baik di Arab Saudi maupun di negara-negara lain yang dilintasi.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Ganggu Penerbangan, 19.509 Jemaah Umrah Sudah Dipulangkan
Perubahan rute tersebut, misalnya melalui jalur selatan atau melalui Afrika, juga menjadi salah satu opsi yang sempat diwacanakan oleh DPR.
Skenario lain mengacu pada pengalaman saat pandemi Covid-19. Jika situasi dinilai membahayakan jamaah atau mengancam keselamatan mereka, maka kemungkinan penundaan keberangkatan dapat dipertimbangkan.
“Kalau kemudian membahayakan jamaah misalnya, maka skenario untuk menunda bisa jadi muncul apabila keselamatan warga negara kita terancam. Nah itu tentu kita akan bicara dengan DPR, kita akan bicara akan sesuai dengan petunjuk dari presiden,” tutur Dahnil saat ditemui di Istana Kepresidenan, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: Dampak Perang Timur Tengah: Prabowo Minta Rakyat Bersiap Hadapi Ini
Ia berkomitmen, apapun keputusannya, pihaknya akan menjalankan sesuai dengan arahan Presiden, bahwa keselamatan jamaah haji Indoensia merupakan hal yang paling utama.
Meski demikian, Dahnil menyebut, pihaknya belum berkomunikasi secara langsung dengan pihak Arab Saudi, maupun dengan Kementerian lainnya. Saat ini pihaknya akan terlebih dahulu berkomunikasi dengan DPR.
Dahnil juga menegaskan bahwa skenario utama saat ini adalah memastikan keselamatan jamaah haji. Ia berharap pelaksanaan ibadah haji tetap dapat berjalan. Namun demikian, berbagai skenario lain tetap dipersiapkan sebagai langkah antisipasi.
“Mudah-mudahan pelaksanaan haji bisa dilaksanakan itu saja kita berharap di situ tapi skenario-skenario lain tetap dipersiapkan,” tandasnya.
Baca Juga: Wamenhaj Minta Arab Saudi Beri Relaksasi Hotel Umrah Imbas Konflik Timur Tengah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












