kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

BI Akan Lakukan Intervensi Skala Besar dan Gunakan Cadev untuk Pulihkan Rupiah


Rabu, 21 Januari 2026 / 16:49 WIB
BI Akan Lakukan Intervensi Skala Besar dan Gunakan Cadev untuk Pulihkan Rupiah
ILUSTRASI. Gubenur Bank Indonesia Perry Warjiyo (KONTAN/Siti Masitoh) Bank Indonesia akan menempuh berbagai upaya secara optimal guna menjaga penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa bank sentral tidak akan ragu melakukan intervensi dalam skala besar serta memanfaatkan cadangan devisa untuk menjaga stabilitas dan memulihkan nilai tukar rupiah pada tahun ini.

Perry mengatakan, Bank Indonesia akan menempuh berbagai upaya secara optimal guna menjaga penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global dan domestik yang masih berlangsung.

Baca Juga: Pakar Hukum: Satgas PKH Tidak Bisa Cabut Izin 28 Perusahaan Imbas Bencana Sumatra

“Kami tegaskan BI tidak segan-segan melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik melalui intervensi non-deliverable forward di pasar luar negeri maupun di dalam negeri, termasuk di pasar spot dan DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward),” ujar Perry dalam konfrensi pers, Kamis (21/1/2026).

Menurutnya, langkah intervensi tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong penguatan, yang ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid. Fundamental tersebut antara lain tercermin dari imbal hasil aset rupiah yang menarik, inflasi yang terus merendah, serta prospek ekonomi yang membaik.

Perry menambahkan, langkah-langkah stabilisasi nilai tukar yang ditingkatkan BI juga didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai. Ia menegaskan, cadangan devisa Indonesia berada pada level yang cukup besar mencapai US$ 156 miliar dan lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Sebagaimana kami sampaikan dalam berbagai kesempatan, cadangan devisa kami kumpulkan pada saat masuk dan kami gunakan. Tidak segan-segan kami gunakan cadangan devisa itu untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Perry meyakini nilai tukar rupiah ke depan akan tetap stabil dan bahkan cenderung menguat.

Baca Juga: Wamenhaj Sebut Biaya Konsumsi Jemaah Haji di Arab Saudi Tahun 2026 Turun

Selanjutnya: Rupiah Menguat Tipis Usai BI Tahan Suku Bunga, Pasar Cermati Isu Greenland

Menarik Dibaca: Pantau 5 Kripto Top Gainers 24 Jam Terakhir, LayerZero Memimpin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×