kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.838   -72,00   -0,40%
  • IDX 6.378   -31,26   -0,49%
  • KOMPAS100 838   -7,02   -0,83%
  • LQ45 635   -4,93   -0,77%
  • ISSI 221   -0,81   -0,36%
  • IDX30 357   -2,76   -0,77%
  • IDXHIDIV20 434   -3,61   -0,82%
  • IDX80 96   -0,84   -0,87%
  • IDXV30 120   -0,82   -0,68%
  • IDXQ30 113   -1,06   -0,93%

Kebutuhan Investasi 2027 Capai Rp 8.705 Triliun, Mayoritas Ditopang Swasta


Senin, 10 Agustus 2026 / 11:07 WIB
Diperbarui Senin, 10 Agustus 2026 / 12:18 WIB
Kebutuhan Investasi 2027 Capai Rp 8.705 Triliun, Mayoritas Ditopang Swasta
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung. (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyebut kebutuhan investasi Indonesia pada 2027 diperkirakan mencapai Rp 8.705 triliun. 

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, menjabarkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja tidak mampu untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan tersebut. 

Menurut Juda, kapasitas APBN hanya mampu membiayai sekitar Rp 459 triliun dari kebutuhan investasi tersebut.

Baca Juga: Summarecon (SMRA) Mulai Bangun TOD Stasiun Bekasi Ekstensi, Investasi Capai Rp 78 M

Kemudian, sebagian pembiayaan investasi akan berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk Danantara, dengan nilai sekitar Rp 330 triliun.

Sementara itu, sebagian besar kebutuhan investasi nasional harus dipenuhi dari sumber pembiayaan swasta. Juda bilang, pemerintah memperkirakan pembiayaan swasta mencapai Rp 7.973 triliun atau sekitar 91% dari total kebutuhan investasi Indonesia pada 2027.

"Satu hal yang harus kita sadari bersama bahwa APBN saja itu tidak pernah cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan kita. Kebutuhan infrastruktur, kebutuhan energi, pendidikan yang sekarang ini sedang digalangkan, kualitas SDM hingga hilirisasi membutuhkan skala pembiayaan yang jauh melampaui kemampuan dari fiskal kita," ungkap Juda di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).

Menurut Juda, sumber pembiayaan swasta tersebut dapat berasal dari perbankan, lembaga pembiayaan lainnya, hingga pasar modal.

Karena itu, ia menilai pasar modal memiliki peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta dengan menjembatani kebutuhan pembiayaan korporasi dan dana masyarakat.

Baca Juga: Serapan Kerja Belum Maksimal Meskipun Realisasi Investasi Capai Rp 1.010 Triliun

"Di sinilah pasar modal memegang peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta. Ia adalah jembatan yang menghubungkan kebutuhan pembiayaan korporasi dengan dana masyarakat," katanya.

Juda menambahkan, tercatat sepanjang semester I-2026, lebih dari Rp 125 triliun dana telah berhasil dihimpun melalui pasar modal. Sementara itu, jumlah investor pasar modal telah mencapai 28 juta investor.

"Namun kita juga tidak boleh berpuas diri. Kita perlu terus memperluas basis investor, menambah keragaman instrumennya, meningkatkan likuiditas serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×