kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kata Menag, pejabat juga harus antre naik haji


Kamis, 25 Juni 2015 / 20:18 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan calon haji tidak bisa menggunakan jatah haji yang kosong walau memiliki hubungan atau relasi dengan petugas haji atau seorang pejabat.

Kata Lukman, calon jamaah haji harus mendaftar terlebih dahulu dan mengantre sama seperti calon haji yang lainnya.

Lukman mengingatkan hanya calon yang sudah bertahun-tahun bahkan belasan tahun yang mengantre yang bisa berangkat ke Tanah Suci.

"Jadi di luar calon jamaah dan petugas yang sudah antre tidak boleh menggunakan kuota yang terbatas. Jadi kalau orang mau berhaji harus mendaftarkan diri dan antre sebagaimana warga yang lain. Jadi tidak ada lagi orang yang tiba-tiba menggunakan karena ada relasi, hubungan, atau jabatan karena apapun," kata Menteri Lukman di gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/6).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengungkapkan kebijakan tersebut telah diterapkan mulai tahun yang lalu. Artinya, hanya calon yang sudah mendaftar dan petugas haji yang memenuhi kualifikasi dan kriteria yang berangkat haji.

"Alhamdulillah tahun ini dan kedepan mudah-mudahan lancar," kata dia.

Sebelumnya, kuota haji terbatas pernah diselewengkan saat Kementerian Agama dipimpin Suryadharma Ali. Suryadharma memanfaatkan sisa kuota haji lowong untuk memberangkatkan kolega, keluarga atau relasinya. (Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×