kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Kasus permintaan saham, Maroef disemprot Moffett


Kamis, 03 Desember 2015 / 14:38 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR kembali menggelar sidang terbuka di kasus dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setyo Novanto, Kamis (3/12).

Persidangan kali mendengar kesaksian Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Di persidangan, Maroef mengaku telah menceritakan pertemuannya dengan Ketua DPR Setyo Novanto dan pengusaha Muhammad Riza Chalid ke bos besarnya, CEO Freeport-McMorran James Robert Moffett.

Curhatan itu berlangsung saat Moffett ke Indonesia pertengahan tahun ini.

Maroef juga menceritakan adanya permintaan saham 20% dari pertemuan dengan Setyo dan Riza.

"Pak Moffett, ketua DPR dan rekannya riza minta saham 20% dan proyek PLTA," ujar Maroef saat menceritakan dialognya dengan CEO Freeport-McMorran.

Namun, Maroef malah kena semprot dari Moffett.

"Kata Moffett, kalau kamu mau memasukan saya dalam penjara, turuti saja (permintaan saham)," ucap Maroef menirukan suara bosnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×