kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kamis lusa, pesawat baru kepresidenan akan tiba


Selasa, 08 April 2014 / 15:53 WIB
ILUSTRASI. Rebusan Daun Apa Saja untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi? Cek Juga Makanan Pantangan


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Setelah diundur beberapa kali, pesawat kepresidenan baru direncanakan akan tiba di Jakarta pada hari Kamis tanggal 10 April 2014 nanti. Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu akan mendarat di Bandar Udara Halim Perdana Kusumah pukul 10.00 pagi.

Pesawat kepresidenan tesebut seharusnya sudah tiba sebelum Desember 2013 lalu. Menurut juru bicara kepresidenan Julian A. Pasha, terlambatnya kedatangan pesawat bernilai US$ 91,2 juta, atau sekitr Rp 820 miliar itu dikarenakan ada penyesuaian jadwal.

"Saya enggak bilang tertunda, tetapi ada hal-hal yang membutuhkan waktu," ujar Julian, Selasa di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/4).

Ia juga menjelaskan, pesawat ini tiba dengn beberapa spesifikasi yang dirancang untuk keperluan presiden.  Meski demikian, Julian mengaku tidak mengetahui spesifikasinya secara rinci.

Nah, dengan keberadaan pesawat ini diharapkan anggaran presiden untuk perjalanan bisa ditekan. Selama ini, anggaran perjalanan presiden dinilai cukup tinggi.

Pasalnya, selama ini pemerintah menggunakan pesawat sewaan milik Garuda Indonesia. Pesawat kepresidenan ini berjenis Boeing Business Jet (BBJ).

Sedangkan, selama ini Presiden SBY menyewa pesawat jenis 787-800 NG untuk penerbangan domestik. Sementara, untuk jarak jauh atau internasional menggunakan pesawat pabrikan Airbus jenis A330.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×