kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Jokowi tetapkan UMP DKI Jakarta Rp 2,4 juta


Jumat, 01 November 2013 / 11:08 WIB
Jokowi tetapkan UMP DKI Jakarta Rp 2,4 juta
ILUSTRASI. Promo Cinema XXI Beli 1 Gratis 1 nonton duluan Film Ranah 3 Warna bareng para pemain (dok/IMDb)


Sumber: TribunNews. | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, dirinya sudah mengesahkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta yang dibahas di dalam Dewan Pengupahan pada hari Kamis (31/10) kemarin.

"Saya sudah setujui (UMP) itu, yang 2,4 juta itu," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (1/11). UMP DKI Jakarta yang ditetapkan Jokowi detailnya yakni Rp2.441.301,74 atau naik 6% dari UMP sebelumnya, Rp2,299 juta.

Angka tersebut lebih rendah dari tuntutan buruh, yakni UMP sebesar Rp3,7 juta atau naik 50%. Dalam musyawarah untuk mufakat penetapan UMP DKI yang digelar kemarin di dalam Dewan Pengupahan, suara buruh tak hadir. Sehingga, penetapan UMP DKI tanpa suara dari buruh.

"Berdasarkan rapat-rapat yang mereka lakukan selama 3 hari ini, tidak dihadiri Serikat Pekerja. Tahun lalu tidak hadir pengusaha," ucap Jokowi. Dengan penetapan yang tidak sesuai dengan suara buruh, mantan Wali Kota Solo ini berharap tidak terjadi polemik yang berkepanjangan.

"Saya harap tidak. Tahun lalu pun dinaikkan 50% digugat juga," tutur Jokowi. (Nicolas Timothy/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×