kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Jokowi Targetkan Angka Kemiskinan Turun Jadi 6,5% di 2024, Ekonom: Terlalu Ambisius


Kamis, 17 Agustus 2023 / 14:16 WIB
Jokowi Targetkan Angka Kemiskinan Turun Jadi 6,5% di 2024, Ekonom: Terlalu Ambisius
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pengantar RUU tentang APBN tahun anggaran 2024 beserta nota keuangannya pada rapat Paripurna DPR pembukaan masa persidangan I DPR tahun sidang 2023-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Jokowi Widodo menargetkan angka kemiskinan turun dalam kisaran 6,5% hingga 7,5% pada tahun 2024 yang akan datang. Hal itu disampaikan Jokowi dalam Pidato RAPBN 2024 di Senayan.

Merespons hal tersebut, Pengamat Ekonomi Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita, mengatakan, target tingkat kemiskinan tersebut  terlalu ambisius.

Pasalnya, berdasarkan daya yang ada, persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 9,36% atau menurun 0,21% terhadap September 2022 dan menurun 0,18% terhadap Maret 2022.

Baca Juga: Ini Pidato Lengkap Presiden Jokowi Soal RUU APBN 2024 dan Nota Keuangan

"Dari data ini jelas terlihat bahwa pemerintah paling banter bisa menggeser angka kemiskinan ke angka 8,5%," ujar Ronny kepada Kontan.co.id, Rabu (16/8).

Menurutnya, penurunan angka kemiskinan akan sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi. Sementara, pemerintah hanya menargetkan pertumbuhan pada tahun depan sebesar 5,2%. 

Dengan begitu, kekuatan ekonomi Indonesia tidak akan mampu untuk menekan angka kemiskinan pada angka 6,5%.

"Lihat saja setahun belakangan dengan growth 5%, hanya mampu menekan nol koma. Jadi sangat sulit tercapai, meski anggaran bansos dan infrastruktur naik," katanya.

Baca Juga: Penyaluran Bantuan Pangan Beras Rampung 100%

Kendati begitu, Ronny memperkirakan pemerintah masih bisa untuk menekan angka kemiskinan ekstrem ke level nol atau nol koma.

"Saya kira masih mungkin, karena posisinya hari ini sudah di level 1,12% kan. Minimal masih bisalah ditekan sampai ke 0,4%-0,5%. Itu kan nol juga hitungannya," imbuh Ronny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×