kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.006   62,00   0,35%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Jokowi perintahkan Menteri ESDM Arifin Tasrif optimalkan EBT demi tekan impor migas


Kamis, 31 Oktober 2019 / 15:52 WIB
ILUSTRASI. Arifin Tasrif diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri ESDM saat pengumuman jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif ke Istana Kepresidenan, Kamis (31/10). Pemanggilan ini sehubungan pembahasan energi baru dan terbarukan (EBT).

Jokowi meminta untuk memaksimalkan potensi EBT yang dimiliki Indonesia. "Pemanfaatan EBT semaksimal mungkin karena EBT selalu ada dan karena potensi kita sangat besar," ujar Arifin usai rapat dengan Jokowi.

Baca Juga: Jokowi minta anggaran pertahanan dimanfaatkan untuk genjot industrialisasi

Pemanfaatan EBT dilakukan untuk menekan impor. Asal tahu saja saat ini impor minyak dan gas merupakan sektor terbesar yang menciptakan defisit neraca dagang Indonesia.

Beberapa sumber EBT dinilai potensial untuk dikembangkan. Antara lain seperti tenaga matahari, bio energi, dan energi yang berasal dari geothermal.

"Kita akan hitung balance-nya persediaan kita untuk jangka panjang untuk mendukung kebutuhan energi," terang Arifin.

Baca Juga: Ini pertimbangan Menteri ESDM batalkan kenaikan harga gas industri

Arifin bilang target pengembangan EBT akan dilakukan secepat mungkin. Namun, mengenai pencapaian potensi pengurangan impor masih akan didiskusikan lebih lanjut.

Asal tahu saja nilai impor migas Indonesia per September 2019 mencapai US$ 15,86 miliar. Di sisi lain, ekspor migas hanya senilai US$ 9,42 miliar. Alhasil, neraca migas Indonesia masih defisit US$ 6,44 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×