kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Jokowi masih menolak teken RTRW kereta cepat


Senin, 03 April 2017 / 20:28 WIB
Jokowi masih menolak teken RTRW kereta cepat


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo sampai saat ini belum juga tandatangani draft Peraturan Pemerintah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional untuk pengadaan lahan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung . Pratikno, Menteri Sekretaris Negara mengatakan, draft aturan tersebut sebenarnya sudah diserahkan ke Sekretariat Negara.

Namun pada pekan lalu, draft tersebut dikembalikan ke kementerian teknis. "Alasannya ya teknis," kata Pratikno di Kantor Presiden, Senin (3/4).

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung mengalami kendala. Rini Soemarno, Menteri BUMN beberapa waktu lalu mengatakan, masalah terkait  pembebasan lahan yang sampai saat ini belum selesai.

Masalah tersebut disebabkan oleh penetapan rencana tata ruang wilayah nasional yang diperlukan untuk pembebasan lahan proyek tersebut yang saat ini peraturan pemerintahnya belum juga ditandatangani Presiden Joko Widodo. Padahal, draft rancangan peraturan pemerintah tersebut sudah diserahkan ke Sekretariat Negara.

"Semua tunggu RTRW itu ditandatangani Presiden, kalau tidak, kami tidak bisa gerak untuk pembebasan lahan, karena RTRW itu memastikan, penetapan lokasi proyek tidak berubah," katanya di Komplek Istana Negara, Selasa (21/3).

Berlarut- larutnya masalah RTRW tersebut, juga berdampak ke pencairan dana pinjaman proyek dari Bank Pembangunan China (CDB). "Karena mereka minta RTRW nya fix dulu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×