kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Jokowi ingin perang besar lawan narkoba


Selasa, 06 Desember 2016 / 13:22 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo / Jokowi menyatakan, saat ini peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) sudah meresahkan. Berdasarkan data yang dimilikinya, akibat peredaran obat terlarang tersebut, 15.000 nyawa masyarakat Indonesia melayang sia-sia setiap tahun.

Atas masalah tersebut itulahn Jokowi mengatakan, pemerintahannya akan terus berperang melawan peredaran narkoba. "Tolong ini diberikan garis bawah, perang besar, kalau lihat barang seperti ini dan banyaknya jumlah nyawa melayang," katanya saat menghadiri pemusnahan sabu sebanyak 445 kilogram, ektasi sebanyak 190.840 butir, dan ganja seberat 422 kilogram di Jakarta, Selasa (6/12).

Wiranto, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan mengatakan, salah satu perang besar yang akan dilakukan pemerintah terhadap peredaran narkoba adalah dengan menghukum berat para pengedar barang haram tersebut. "Kami tidak akan kompromi bagi mereka yang sudah bunuh banyak orang," katanya tanpa merinci maksudnya tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×