kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

DPR bentuk Panja Sindikat Narkoba


Rabu, 07 September 2016 / 22:31 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. DPR melalui Komisi III membentuk Panitia Kerja Sindikat Narkotika dan Obat-obatan Terlarang. Mulfachri Harahap, Ketua Komisi III DPR mengatakan, pembentukan panitia kerja dilakukan karena ingin mengungkap segala permasalahan yang berkaitan dengan peredaran narkoba.

"Tidak sebatas sindikatnya, melainkan siapapun yang ikut ambil bagian dalam peredaran narkona dan semua hal yang terkait dengan kasus penyalahgunaan narkoba," katanya seperti dikutip KONTAN dari dpr.go.id, Rabu (7/9).

Budi Waseso, Kepala Badan Narkotika Nasional mengatakan, peredaran narkotika dan obat terlarang lainnya di dalam negeri sudah mengkhawatirkan. Untuk jaringan internasional saja misalnya, berdasarkan identifikasinya sampai saat ini ada 72 jaringan yang mengancam.

Budi mengatakan, 48 dari 72 jaringan tersebut, memanfaatkan 22 lembaga pemasyarakatan sebagai pusat pengendalian peredaran narkoba. "Salah satu jaringan terkait Freddy Budiman," katanya di Jakarta, Selasa (6/9).

Budi dengan alasan masih mendalami 72 jaringan tersebut enggan mengungkap detail. Dia hanya mengatakan, peredaran narkoba dari 72 jaringan tersebut memiliki potensi perputaran uang dan daya rusak besar.

"Asumsi per tahun per jaringan Rp 1 triliun saja, ada Rp 72 triliun, ini menimbulkan kehancuran luar biasa ke generasi muda," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×