kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Jokowi ingin KEIN beri rekomendasi yang kongkrit


Rabu, 20 Januari 2016 / 13:01 WIB
Jokowi ingin KEIN beri rekomendasi yang kongkrit


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Rabu (20/1) ini dia melantik Soetrisno Bachir, mantan Ketua Umum PAN menjadi nahkoda komite tersebut.

Selain itu, dia juga melantik Arief Budimanta, mantan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP dan menjadi wakil ketua KEIN.

Selain nama-nama tersebut, Jokowi juga melantik; Hariyadi B Sukamdani, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Eddy Sariatmadja, pemilik Emtek Group dan stasiun TV; SCTV dan Indosiar, Johnny Darmawan, mantan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Sugiarto Alim, putra pendiri Maspion Group Alim Markus, dan 13 orang lainnya menjadi anggota KEIN.

Johan Budi, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi mengatakan, KEIN dibentuk untuk membantu dan memberikan masukan kepada presiden dalam mengambil kebijakan di bidang ekonomi dan industri.

Komite tersebut diberi tugas untuk membuat kajian yang berkaitan dengan ekonomi dan membuat rekomendasi ke presiden.

"Presiden minta KEIN agar dalam memberikan rekomendasi mereka bisa konkrit dan bisa dilaksanakan," kata Johan di Istana Merdeka Rabu (20/1).

Soetrisno Bachir, Ketua KEIN mengatakan, siap menjalankan tugas yang diberikan tersebut. 

"Karena KEIN anggotanya banyak profesional, entreprenuer, kami yakin bisa memberikan rekomendasi yang gampang dieksekusi," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×