kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

JK: Masyarakat tak perlu takut BBM subsidi naik


Selasa, 23 September 2014 / 15:22 WIB
ILUSTRASI. Inilah Jadwal Imsakiyah Batam Selama Ramdhan 2023


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Wakil presiden terpilih Jusuf Kalla berharap masyarakat tidak perlu takut dengan rencana kenaikan harga bahan bakar (BBM) subsidi. Bahkan menurutnya, jika ada pihak yang menentang kenaikan harga BBM bersubsidi maka sama saja dengan membiarkan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.

Ia beralasan, dengan kenaikan harga BBM berarti mengurangi beban anggaran pemerintah dari sisi subsidi. Anggaran untuk subsidi itu nantinya bisa digunakan untuk mendorong pembentukan lapangan kerja. "Jadi kita akan kurangi kemiskinan dengan mengurangi subsidi BBM," ujar JK, Selasa (23/9) di Jakarta.

Namun, JK enggan menjelaskan berapa besaran kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan dilakukan pemerintah. Ia hanya bilang, kenaikan harga yang dilakukan itu semata-mata untuk mengalihkan subsidi dari yang produktif ke subsidi yang lebih produktif.

JK juga bilang pengalihan subsidi tersebut dalam rangka mendorong produktifitas masyarakat. Pada saatnya nanti, ia mengaku akan mengumumkannya.

Sebelumnya, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menyiapkan anggaran cadangan program bantuan sosial, jika pemerintah baru menaikan harga BBM bersubsidi. Dana tersebut dianggarkan tidak hanya dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) tahun 2014, tetapi juga APBN 2015, masing-masing Rp 5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×