kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jika rupiah terus melemah, BI tak sungkan sesuaikan suku bunga


Kamis, 26 April 2018 / 20:15 WIB
Keterangan pers Dewan Gubernur Bank Indonesia


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah terus melemah terimbas dana asing yang keluar. Sepanjang April ini, rupiah sudah terdepresiasi 0,88% terhadap dollar AS. 

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, BI tidak akan ragu untuk melakukan penyesuaian suku bunga, jika pergerakan nilai tukar mempengaruhi stabilitas sistem keuangan.

Selain itu, apabila tekanan terhadap nilai tukar terus berlanjut dan berpotensi akan menghambat inflasi dan stabilitas sistem keuangan, dengan tegas, BI tidak menutup ruang bagi penyesuaian suku bunga.

Di tengah tren pengetatan moneter global, salah satunya terlihat dari kenaikan bunga AS, Bank Indonesia masih bertahan tak menaikkan bunga. Suku bunga acuan BI yaitu 7-Days Reverse Repo Rate masih bertahan di level 4,25% untuk delapan bulan. 

“Tentu, kebijakan ini akan dilakukan secara berhati-hati terukur dan sesuai dengan data terkini,” ujar Agus, saat konferensi pers di Gedung BI, Kamis (26/4).

Depresiasi rupiah yang terjadi lebih disebabkan oleh penguatan mata uang Amerika yang terjadi di hampir semua mata uang dunia atau broad based.

Agus melanjutkan, fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang baik dan kuat, tecermin dari inflasi yang rendah dan sesuai dengan target pada kisaran 3,5% plus minus 1%. Defisit transaksi berjalan jufa lebih rendah dari batas aman sebesar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Momentum ekonomi didukung juga dari struktur lebih baik stabilitas sistem keuangan yang tetap kuat,” tambahnya.

Untuk menambah kekuatan fundamental Ekonomi dalam negeri, BI akan terus hadir di pasar dengan menggelontorkan cadangan devisa. Hal ini untuk menjaga likuiditas di pasar dengan jumlah yang memadai.

“BI juga terus memantau dengan saksama perkembangan perekonomian global dan dampaknya ke domestik. Lalu, BI terus mempersiapkan second lines defense, terutama dengan negara mitra utama untuk bisa mempersiapkan bentuk kerja sama antar bank central untuk menjaga stabilitas,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×