kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.015   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.239   3,07   0,05%
  • KOMPAS100 819   2,91   0,36%
  • LQ45 624   2,43   0,39%
  • ISSI 216   0,91   0,42%
  • IDX30 350   -0,04   -0,01%
  • IDXHIDIV20 430   -0,32   -0,07%
  • IDX80 94   0,40   0,43%
  • IDXV30 119   1,62   1,37%
  • IDXQ30 112   -0,06   -0,05%

Jelang HUT Kemerdekaan, menteri dilarang ke luar negeri


Kamis, 11 Agustus 2011 / 11:46 WIB
ILUSTRASI. Warren Buffett: Hanya ada satu hal yang hambat Anda mencapai hal-hal besar dalam hidup


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, para menteri dilarang pergi ke luar negeri. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan, semua pembantunya itu mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 17 Agustus mendatang.

SBY beralasan, kalangan pemerintah harus menjadi contoh dalam peringatan hari paling bersejarah tersebut. "Tunda semua perizinan terutama ke luar negeri sampai semua rangkaian selesai," tegasnya, Kamis (11/8).

Ia mengatakan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan akan berlangsung hingga tanggal 20 Agustus. Ini artinya, hingga tanggal tersebut, pada menteri tidak boleh melawat ke luar negeri.

Selain itu, menjelang pembacaan RABPN 2012, nota keuangan dan pidato kenegaraan, SBY juga meminta para menteri terkait untuk siap jika sewaktu-waktu diminta untuk menuntaskan kedua naskah pidato yang saat ini masih disusun. Catatan saja, Presiden akan menyampaikan pidato kenegaraan dan pengantar nota keuangan di depan sidang paripurna DPR pada 16 Agustus pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×