Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang 2025 mencapai Rp 900,9 triliun. Nilai tersebut hanya tumbuh tipis 0,1% secara tahunan jauh melambat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang mencapai 21% secara year on year (yoy).
Realisasi PMA tersebut menyumbang 46,6% dari total capaian investasi nasional sepanjang 2025 yang mencapai Rp 1.931,2 triliun. Perlambatan ini mencerminkan masih terbatasnya minat investor asing di tengah berbagai tekanan global.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, melambatnya pertumbuhan investasi asing terutama dipengaruhi oleh dinamika global, mulai dari faktor geopolitik, geokonomi, hingga ketegangan ekonomi yang masih berlangsung.
Baca Juga: Investasi Naik, Pertumbuhan Penyerapan Tenaga Kerja Melambat di 2025
“Kalau kita lihat bersama, memang faktor geopolitik, geokonomi, dan economic tension yang masih ada itu tentunya memengaruhi,” ujar Rosan saat ditemui di Kantor BKPM, Kamis (15/1/2026).
Meski demikian, Rosan menegaskan bahwa capaian investasi sepanjang 2025, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, masih sejalan dengan rencana dan target pemerintah.
“Sebenarnya target yang masuk ini (realisasi investasi), baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri masih align dengan rencana-rencana kita,” jelasnya.
Untuk mendorong peningkatan PMA ke depan, BKPM akan terus aktif mempromosikan potensi investasi Indonesia kepada investor global melalui Indonesia Investment Promotion Center (IIPC).
“Kita juga terus berkomunikasi dengan mereka agar investasi ini bisa terus meningkat,” tambah Rosan.
Di sisi lain, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) justru mencatatkan kinerja kuat. Sepanjang 2025, PMDN mencapai Rp 1.030,3 triliun atau berkontribusi 53,4% terhadap total investasi. Angka ini tumbuh 26,6% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PMDN pada 2024 yang sebesar 20,6% yoy.
Baca Juga: Menteri Rosan: Realisasi Investasi Sepanjang 2025 Sudah Serap 2,71 Juta Tenaga Kerja
Rosan menilai tingginya pertumbuhan PMDN didorong oleh peran Danantara yang mempercepat pergerakan investasi domestik.
"Dan memang saya bilang itu, kalau mungkin dulu di dalam negerinya, (ibaratnya) kalau dulu larinya 10 km/jam, sekarang dalam negerinya tiba-tiba jadi 15 km/jam, karena ada faktor Danantara. Mungkin itu yang bisa membuat perbedaan, kenapa percepatan di dalam negerinya (penanaman modal dalam negeri/PMDN) investasinya itu menjadi lebih cepat," papar Rosan.
Selanjutnya: Terdampak Sentimen Global, Rupiah Melemah ke Rp 16.896 per Dolar AS
Menarik Dibaca: Menopause Bukan Cuma Milik Wanita, Ini yang Terjadi pada Pria
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
