kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Investasi Asing 2025 Melempem, Hanya Tumbuh 0,1% di Tengah Tekanan


Jumat, 16 Januari 2026 / 13:34 WIB
Investasi Asing 2025 Melempem, Hanya Tumbuh 0,1% di Tengah Tekanan
ILUSTRASI. Neraca perdagangan Indonesia surplus 66 bulan berturut-turut (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN). Realisasi PMA 2025 hanya naik tipis 0,1%, jauh dari lonjakan tahun lalu. Simak pemicu utama yang membuat investor global ragu masuk ke RI.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

Ketidakpastian arah kebijakan tarif Amerika Serikat, serta pelonggaran moneter The Federal Reserve (The Fed) yang baru terjadi menjelang akhir tahun, membuat dana asing lebih selektif masuk ke Indonesia.

“Dana asing lebih terbatas, sehingga FDI ke Indonesia ikut tertekan,” ujarnya.

Di tengah perlambatan PMA, investasi domestik justru tampil sebagai penopang utama. Realisasi PMDN sepanjang 2025 mencapai Rp 1.030,3 triliun, tumbuh 26,6% YoY dan berkontribusi 53,4% terhadap total investasi nasional. 

Namun, struktur investasi yang lebih banyak mengalir ke sektor padat modal, seperti hilirisasi mineral senilai Rp 373,1 triliun dan hilirisasi migas Rp 60 triliun, membuat kualitas penyerapan tenaga kerja menurun.

Baca Juga: Investor Asing Masih Wait and See Masuk ke Pasar Keuangan RI

BKPM mencatat penyerapan tenaga kerja sepanjang 2025 mencapai 2,71 juta orang, tumbuh 10,4% YoY, melambat dari 34,7% YoY pada 2024. Secara rata-rata, dibutuhkan investasi sekitar Rp 712,48 juta untuk menyerap satu tenaga kerja, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, para ekonom tetap optimistis terhadap prospek investasi ke depan. Perluasan program hilirisasi, perbaikan perizinan melalui skema debottlenecking, serta peran Danantara sebagai sovereign wealth fund dinilai dapat mempercepat investasi strategis nasional. 

Dari sisi eksternal, kesepakatan dagang seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan tren penurunan suku bunga global berpotensi menjadi katalis masuknya kembali modal asing.

Baca Juga: Triliunan Dana Asing Keluar dari Indonesia, Ekonom Beberkan Pemicunya

Perlambatan PMA pada 2025 lebih mencerminkan kehati-hatian investor asing di tengah tekanan global dan tantangan struktural domestik, bukan hilangnya daya tarik Indonesia. 

Dengan perbaikan iklim investasi dan membaiknya sentimen global, arus investasi asing masih berpeluang kembali menguat dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Selanjutnya: Pengadilan Korea Selatan Jatuhkan Hukuman 5 Tahun Penjara untuk Mantan Presiden Yoon

Menarik Dibaca: Promo HokBen Gratis: Cuma Download Aplikasi HokBenAja, Langsung Dapat Irodori Bento

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×