kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.025   42,00   0,23%
  • IDX 6.183   -13,81   -0,22%
  • KOMPAS100 807   -4,44   -0,55%
  • LQ45 612   -3,02   -0,49%
  • ISSI 214   -0,12   -0,06%
  • IDX30 344   -1,76   -0,51%
  • IDXHIDIV20 426   -2,75   -0,64%
  • IDX80 92   -0,49   -0,53%
  • IDXV30 116   -0,60   -0,52%
  • IDXQ30 110   -0,87   -0,79%

Inpres rehabilitasi ruang sekolah terbit akhir Oktober


Rabu, 05 Oktober 2011 / 18:31 WIB
ILUSTRASI. Bursa saham Hong Kong. REUTERS/Bobby Yip


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Payung hukum yang mengatur kebijakan rehabilitasi ruang sekolah bakal segera terbit. Beleid berupa Instruksi Presiden (Inpres) targetnya bakal keluar pada akhir Oktober ini.

"Saat ini sedang dirancang Inpres itu di Sekretaris Kabinet (Seskab). Targetnya Oktober ini sudah terbit," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Muhammad Nuh, di kantor Wakil Presiden Rabu (5/10).

M Nuh menegaskan meski beleid tersebut belum terbit program rehabilitasi ruang sekolah yang rusak sudah berjalan. Pemerintah sendiri sudah mendata jumlah ruang sekolah yang direhabilitasi sebanyak 153.000, meliputi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sedangkan untuk jumlah madrash yang akan direhabilitasi sebanyak 13.247 Madrasah Ibtidayah (MI) dan Madrasah Tsnawiyah (MTs) "Program ini ditargetkan bakal tuntas seluruhnya pada tahun anggaran 2011-2012. Dengan total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp20,4 triliun," katanya.

Mekanisme pelaksanaan program ini dengan mekanisme penyaluran secara langsung atau block grant ke setiap sekolah. Dirinya mengakui mekanisme ini penuh risiko terlebih berdasarkan pengalaman banyak sekolah yang tidak pengalaman dalam administrasi dan teknisnya. "Kita di situ berikan pendampingan secara administratif dan teknis," katanya.

Makanya, pemerintah membentuk pendampingan yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Perguruan Tinggi, TNI, serta SMK . "Nanti jangan sampai tidak paham dan menjadi bulan-bulanan dari masyarakat sampai pengadilan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×