kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Ini sektor yang diramal akan paling banyak hasilkan pengangguran


Minggu, 03 Mei 2020 / 10:55 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membawa paket bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Core memprediksi gelombang pengangguran akibat corona terbanyak akan datang dari sektor pariwisata. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan, apabila pandemi virus corona di Indonesia bisa berakhir dengan cepat, atau pada 29 Mei seperti asumsi Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), maka tingkat pengangguran pada level 4,8%-5% kemungkinan bisa tercapai.

Namun, apabila pandemi ini berlangsung sampai Agustus maka diperkirakan target tersebut akan sulit dicapai.

Baca Juga: BPS: Jika corona berakhir Mei 2020, target tingkat pengangguran 5% bisa tercapai

Sejalan dengan asumsi tersebut, Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, apabila pandemi ini bertahan sampai Agustus 2020 mendatang, maka sektor yang berkaitan dengan pariwisata seperti restoran dan hotel masih akan menyumbang tingkat pengangguran paling besar.

"Proses konsolidasi untuk sektor pariwisata juga akan lebih lama dibandingkan sektor lain. Jadi, sumbangan pengangguran dari sektor ini diprediksi masih akan bertambah, bahkan setelah pandemi ini selesai di bulan Agustus," ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Minggu (3/5).

Selain itu, ada pula sektor perdagangan yang akan mencetak jumlah pengangguran terbanyak. Ini disebabkan, karena banyaknya pusat perbelanjaan yang harus tutup karena adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Daya beli masyarakat menengah ke bawah juga dinilai mulai terkikis karena berkurangnya pendapatan, sehingga lebih memilih untuk menahan belanja.

Baca Juga: Wabah corona merebak, BPS catat iklan lowongan kerja turun 70% dalam sebulan

Kemudian, untuk sektor transportasi Yusuf menilai sumbangan jumlah tenaga kerja sektor ini akan sedikit lebih kecil apabila dibandingkan dengan volume sumbangan di sektor transportasi dan pergudangan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×