kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Ini permintaan Hatta Rajasa ke Presiden Jokowi


Senin, 20 Oktober 2014 / 22:22 WIB
ILUSTRASI. Kendati Kerugian Berhasil Ditekan, Penjualan Sri Rejeki Isman (SRIL) Turun . KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta pemerintahan mendatang menempatkan kebijakan fisikal sebagai prioritas. Hatta menambahkan dengan kebijakan yang baik dan fiskal tetap terjaga maka akan menentukan keberlanjutan program yang dijalankan.

"Program ekonomi banyak, tapi menurut saya yang terpenting adalah menjaga kebijakan fiskal," ujar Hatta usai menghadiri pelantikan Jokowi-JK di Gedung DPR/MPR, Senin (20/10).

Ketua Umum PAN tersebut mengatakan selama ini terdapat permasalahan fiskal yang ditandai dengan defisit yang terjadi baik pada penerimaan maupun pengeluaran keuangan negara. 
Sehingga menjaga keseimbangan fiskal menjadi tugas pemerintahan mendatang. Untuk menjaganya, Hatta menyarankan dua pokok fiskal yang mesti diperhatikan Jokowi-JK.

"Dua hal yang mesti dilihat agar ruang fiskal seimbang. Pertama adalah kredibility fiskal dan sustainability fiskal," ujar Hatta

Mantan Cawapres pasangan Prabowo Subianto ini menjelaskan kredibilty fiskal sangat dipengaruhi oleh kebijakan yang mempengaruhi pasar. Seperti contoh subsidi. Berlebihnya subsidi yang menyebabkan anggaran tergerus, menyebabkan para pelaku pasar bereaksi negatif.

"Kebijakan subsidi berlebihan seperti itu termasuk tidak kredibel untuk fiskal," ujar Hatta.

Sebelumnya dalam visi misi Jokowi-JK, terdapat tiga cara untuk mengatur kebijakan fiskal. Pertama dengan menaikkan pendapatan negara, kedua dengan subsidi, dan terakhir dengan melakukan efisiensi disetiap kementerian dan lembaga. ( Taufik Ismail)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×