kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini permintaan Hatta Rajasa ke Presiden Jokowi


Senin, 20 Oktober 2014 / 22:22 WIB
Ini permintaan Hatta Rajasa ke Presiden Jokowi
ILUSTRASI. Kendati Kerugian Berhasil Ditekan, Penjualan Sri Rejeki Isman (SRIL) Turun . KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta pemerintahan mendatang menempatkan kebijakan fisikal sebagai prioritas. Hatta menambahkan dengan kebijakan yang baik dan fiskal tetap terjaga maka akan menentukan keberlanjutan program yang dijalankan.

"Program ekonomi banyak, tapi menurut saya yang terpenting adalah menjaga kebijakan fiskal," ujar Hatta usai menghadiri pelantikan Jokowi-JK di Gedung DPR/MPR, Senin (20/10).

Ketua Umum PAN tersebut mengatakan selama ini terdapat permasalahan fiskal yang ditandai dengan defisit yang terjadi baik pada penerimaan maupun pengeluaran keuangan negara. 
Sehingga menjaga keseimbangan fiskal menjadi tugas pemerintahan mendatang. Untuk menjaganya, Hatta menyarankan dua pokok fiskal yang mesti diperhatikan Jokowi-JK.

"Dua hal yang mesti dilihat agar ruang fiskal seimbang. Pertama adalah kredibility fiskal dan sustainability fiskal," ujar Hatta

Mantan Cawapres pasangan Prabowo Subianto ini menjelaskan kredibilty fiskal sangat dipengaruhi oleh kebijakan yang mempengaruhi pasar. Seperti contoh subsidi. Berlebihnya subsidi yang menyebabkan anggaran tergerus, menyebabkan para pelaku pasar bereaksi negatif.

"Kebijakan subsidi berlebihan seperti itu termasuk tidak kredibel untuk fiskal," ujar Hatta.

Sebelumnya dalam visi misi Jokowi-JK, terdapat tiga cara untuk mengatur kebijakan fiskal. Pertama dengan menaikkan pendapatan negara, kedua dengan subsidi, dan terakhir dengan melakukan efisiensi disetiap kementerian dan lembaga. ( Taufik Ismail)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×