kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Efek Ramadan, Inflasi Tahunan Diperkirakan Melonjak ke 4,54% di Februari 2026


Minggu, 01 Maret 2026 / 15:31 WIB
Efek Ramadan, Inflasi Tahunan Diperkirakan Melonjak ke 4,54% di Februari 2026
ILUSTRASI. proyeksi inflasi di Februari 2026


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan mencatatkan inflasi yang meningkat pada Februari 2026.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkriakan, inflasi pada Februari 2026 secara tahunan mencapai 4,54% year on year (yoy), atau meningkat dari Januari 2026 yang hanya 3,55% YoY. Sementara itu, inflasi secara bulanan diperkirakan mencapai 0,48% secara month to month (mtm).

“Kenaikan inflasi didorong oleh efek musiman dari Ramadan yang mulai menaikkan harga bahan pokok, selain dari efek low base tarif listrik (tahun lalu ),” tutur David kepada Kontan, Minggu (1/3/2026).

Sejalan dengan itu, inflasi inti juga diperkirakan meningkat menjelang Lebaran imbas masyarakat yang berbondong-bondong membeli produk pakaian dan kebutuhan Lebaran lainnya. Di sisi lain, harga emas yang masih meningkat turut jadi penyumbang.

Baca Juga: Konflik Iran–AS Berpotensi Picu Guncangan Energi Global, Ini Dampaknya ke Indonesia

Inflasi komponen inti diperkirakan mencapai 2,50% YoY, atau naik dari Januari 2026 sebesar 2,45% yoy, sedangkan secara bulanan diperkirakan mencapai 0,30% mtm namun lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,37% mtm.

“Selain itu, dibandingkan Januari, harga pangan seperti cabai, daging ayam, daging sapi, gula pasir juga naik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran 2026 akan melampaui 3% secara tahunan, setelah pada Januari 2026 tercatat 3,55%.

Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menjelaskan, bahwa inflasi tinggi disebabkan efek rendahnya harga yang diatur pemerintah pada periode sama tahun lalu, termasuk diskon listrik.

Meski demikian, Aida meyakini tekanan harga selama Ramadan dan Lebaran akan tetap terkendali.

Dari sisi pangan, pasokan tetap terjaga seiring berlangsungnya musim panen hortikultura, seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. Pemantauan harga secara mingguan menunjukkan pergerakan harga masih sesuai proyeksi BI.

Baca Juga: Kemenhaj Imbau Keberangkatan Umrah Ditunda, Pastikan Persiapan Haji Tetap Berjalan

Bank sentral berharap kondisi ini bertahan hingga Maret 2026.

Pengendalian inflasi diperkuat melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta kementerian terkait di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian.

“Kami melakukan pemantauan mingguan; harga-harga semuanya masih dalam kisaran proyeksi dari Bank Indonesia,” kata Aida, Kamis (19/2/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×