kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.854   45,00   0,27%
  • IDX 8.086   -149,85   -1,82%
  • KOMPAS100 1.136   -20,43   -1,77%
  • LQ45 820   -13,92   -1,67%
  • ISSI 288   -4,40   -1,50%
  • IDX30 433   -7,32   -1,66%
  • IDXHIDIV20 520   -7,19   -1,36%
  • IDX80 127   -1,88   -1,46%
  • IDXV30 142   -1,34   -0,94%
  • IDXQ30 139   -2,63   -1,86%

Ini Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Perdagangan Indonesia


Senin, 02 Maret 2026 / 06:25 WIB
Ini Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Perdagangan Indonesia


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bisa berdampak langsung terhadap perekonomian Indonesia. Penutupan Selat Hormuz dan pembatasan kapal komersial di kawasan tersebut dinilai berpotensi mengganggu jalur perdagangan global, serta memicu kenaikan biaya logistik dalam waktu dekat.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Kamdani, mengatakan dampak paling langsung yang akan dirasakan Indonesia dari konflik adalah gangguan pada rute-rute perdagangan, terutama yang menuju ke kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Saat ini, Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis bagi perdagangan energi dan barang global, telah ditutup dan kapal-kapal komersial dilarang mendekat.

Penutupan jalur ini otomatis menghambat arus kapal dagang yang membawa barang dan komoditas, sehingga kelancaran distribusi barang impor dan ekspor Indonesia berpotensi terganggu dalam waktu dekat.

“Dampak eskalasi konflik AS, Israel, Iran yang akan terasa paling langsung dan immediate untuk Indonesia adalah gangguan pada rute perdagangan, khususnya yang mengarah ke Timur Tengah dan sekitarnya sarana saat ini Selat Hormuz ditutup, dan kapal-kapal komersial dilarang mendekat,” ujar Shinta Kamdani saat dihubungi Kompas.com, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Efek Perang AS-Iran, Fokus Utama Jaga daya Beli

Selat Hormuz Tutup, Biaya Ekspor Impor RI bakal Naik

Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan global yang menjadi pintu keluar-masuk utama minyak dan komoditas dari kawasan Teluk. Gangguan di jalur ini tidak hanya mempengaruhi perdagangan langsung ke Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi menuju Eropa dan Afrika.

Shinta Kamdani menilai pelaku usaha perlu mengantisipasi lonjakan biaya perdagangan akibat eskalasi konflik. Ia mencatat risiko keamanan yang meningkat membuat premi asuransi pengiriman melonjak karena perusahaan pelayaran dan penjamin harus memperhitungkan potensi kerugian akibat konflik.

Di saat yang sama, pembatasan jalur pelayaran dan berkurangnya jumlah kapal yang berani melintas menyebabkan kapasitas angkut menyusut. Ketidakseimbangan antara pasokan kapal dan kebutuhan pengiriman ini dapat memicu kenaikan tarif logistik, tidak hanya ke Timur Tengah, tetapi juga ke kawasan Eropa dan Afrika yang terhubung melalui rute tersebut.

Dampaknya, biaya impor dan ekspor Indonesia berpotensi meningkat dalam waktu relatif singkat.

“Selain mengganggu kelancaran perdagangan ke Timur Tengah, kami rasa kita juga harus mengantisipasi kenaikan atau lonjakan biaya perdagangan, baik yang disebabkan oleh peningkatan beban asuransi perdagangan maupun karena penurunan volume kapal yang dapat melintas, ke kawasan Timur Tengah, Eropa dan Afrika karena eskalasi konflik ini,” paparnya.

Baca Juga: Perang AS-Iran, Harga BBM Berpotensi Naik Lagi, Ekonomi Indonesia Rawan Tertekan




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×