kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ini arahan presiden untuk Dirjen Bea Cukai baru


Jumat, 03 Juli 2015 / 21:40 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan kepada Dirjen Bea Cukai yang baru dilantik Senin kemarin (1/7) Heru Pambudi. Setidaknya ada tiga arahan besar yang diamanatkan kepada Heru Pambudi.

Heru mengungkapkan hal pertama yang ditugaskan Jokowi kepada dirinya adalah pemberantasan penyelundupan barang-barang ilegal, baik barang ilegal impor dan cukai. Bea cukai diharapkan bisa menanggulangi penyelundupan yang mengganggu industri dalam negeri.

Kalau ada pemasukan yang tidak benar maka produsen dalam negeri akan tersaingi secara tidak fair. "Ini terkait perlindungan pada petani. Minta perhatian terkait penyelundupan beras," ujarnya, Jumat (3/7).

Kedua, dwelling time atau proses bongkar muat barang hingga keluar pelabuhan yang saat ini masih tinggi dari target pemerintah 4,7%.

Menurut Heru, Jokowi meminta bea cukai tidak hanya fokus pada custom clearance, namun juga berkontribusi pada upaya penurunan dwelling time pre dan post custom clearance.

Ketiga, meminta bea cukai untuk menempatkan atau menugaskan pejabat atau petugasnya tepat pada posisinya. "Ini karena tantangan berat terhadap APBN," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×