kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.977   4,00   0,02%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Ini alasan pemerintah tak melakukan lockdown terkait corona


Selasa, 17 Maret 2020 / 16:10 WIB
ILUSTRASI. Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020).


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA- Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi mengatakan, kebijakan penerapan lockdown justru akan mematikan ekonomi rakyat.

Alasan itu pula yang menjadi dasar kebijakan pemerintah untuk tidak menerapkan lockdown di tengah mewabahnya virus corona atau covid-19.

"Selama ini belum ada kebijakan lockdown sebagaimana ditegaskan Presiden. Wapres mengapresiasi kebijakan Presiden dan kaitannya terhadap persoalan ekonomi dalam negeri, kalau sampai lockdown akan memukul dan mematikan ekonomi rakyat," ujar Masduki di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Baca Juga: Mantan Wapres Jusuf Kalla telah jalani tes virus corona, bagaimana hasilnya?

Menurut Masduki, saat ini yang terpenting bagi masyarakat adalah meningkatkan kewaspadaan. Terutama dalam melakukan perjalanan atau melaksanakan rapat dengan menerapkan social distancing atau menjaga jarak dengan orang lain.

"Salah satunya (belum lockdown karena pertimbangan ekonomi). Kalau sampai lockdown, ekonominya terhenti," kata dia.

Hingga saat ini, pemerintah belum akan menutup wilayah atau lockdown terkait wabah Covid-19.

Baca Juga: Jokowi tegaskan pemerintah tidak terpikir untuk lockdown, ini tanggapan Jusuf Kalla




TERBARU

[X]
×