CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Ini 3 partai yang sulit diajak koalisi oleh PDIP


Kamis, 10 April 2014 / 19:13 WIB
ILUSTRASI. Model memperlihatkan XL Home Set Top Box di Jakarta, Rabu (5/12). Foto: KONTAN/Baihaki


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diperkirakan akan sulit berkoalisi dengan tiga partai peserta pemilu 2014. Partai- partai tersebut adalah Golkar, Gerindra, dan Demokrat.

Tiga partai tersebut kemungkinan hanya bisa akan klop dengan partai di barisan tengah, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Nasional Demolrat.

Hendri Satrio, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadhina, mengatakan permasalahan koalisi antara PDIP dengan Gerindra, Golkar dan Demokrat tersebut disebabkan oleh faktor sejarah masa lalu. Sebagai catatan saja dalam sejarah perpolitikan Indonesia selama ini, hubungan PDIP memang sempat tidak terlalu harmonis dengan beberapa partai.

Pada masa orde baru saja, PDI yang merupakan cikal bakal PDIP pernah tidak harmonis dengan Golkar. Permasalaahan sama juga dialami oleh PDIP dengan Demokrat.

Hubungan ke dua partai tersebut memanas, akibat perseteruan dua pentolan mereka: Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri.

Hubungan panas juga terjadi antara PDIP dengan Gerindra setelah Prabowo Subijanto, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat menuding Megawati Soekarno Putri ingkar janji terhadapnya.

Menurut Hendri, faktor konflik tersebut kemungkinan besar akan membuat PDIP sulit koalisi dengan Gerindra, Golkar dan Demokrat.

"Kondisi PDIP ini berbeda dengan Gerindra, mereka lebih bebas, bisa memilih dengan Golkar dan Demokrat, PKS atau pun PPP," katanya di Jakarta Kamis (10/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×