kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Inflasi Pangan di Februari 2024 Masih Tinggi, Baru akan Melandai Mulai April 2024


Selasa, 27 Februari 2024 / 15:42 WIB
Inflasi Pangan di Februari 2024 Masih Tinggi, Baru akan Melandai Mulai April 2024
ILUSTRASI. Inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food melonjak pada Januari 2024. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/01/02/2024


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food melonjak pada Januari 2024. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, inflasi volatile food pada Januari 2024 sebesar 7,22%, atau naik dari 6,73% pada Desember 2023. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, tingginya inflasi pangan mungkin bertahan pada Februari 2024, dan baru akan mulai melandai pada April 2024 dan Mei 2024. 

“Setelah panen, pada April 2024 atau pada Mei 2024,” terang Perry dalam konferensi pers, belum lama ini. 

Baca Juga: Badan Pangan Nasional: Impor Beras 1,6 Juta Ton untuk Redam Kenaikan Inflasi

Perry juga menekankan bahwa kenaikan inflasi pangan ini hanya bersifat sementara. Sebab, ada beberapa faktor pendorong. 

Seperti, dari gangguan mata rantai pasok global yang berisiko menaikkan harga komoditas pangan. 

Kemudian dari dalam negeri, ada fenomena kekeringan atau El Nino yang menyebabkan pergeseran musim tanam, yang kemudian menggeser musim panen. 

Perry menegaskan BI dan pemerintah tak tinggal diam. Bersama dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), otoritas terus berupaya menjaga inflasi pangan. 

Dengan perkembangan ini, Perry menekankan inflasi pangan tak akan mengganggu rancangan arah dari kebijakan moneter BI yang pro stabilitas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×