Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan mencatatkan inflasi yang meningkat pada Juli 2026.
Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz memproyeksikan, inflasi secara tahunan akan mencapai 3,54% year on year (yoy), atau meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,34% yoy.
Ia menyebut, penyebab meningkatnya inflasi pada periode tersebut disebabkan oleh tiga faktor.
Pertama, oleh inflasi administered prices (harga yang diatur pemerintah) masih memberikan dampak lanjutan dari penyesuaian harga energi dan tarif transportasi pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: AAUI Sebut Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan Industri Asuransi Kesehatan Tahun Ini
Kedua, inflasi inti diperkirakan meningkat bertahap seiring masih berlangsungnya pass-through pelemahan rupiah dan kenaikan biaya input ke harga barang dan jasa.
"Ketiga, meskipun volatile food mulai menunjukkan perbaikan berkat membaiknya pasokan beberapa komoditas pangan, tekanan harga akibat musim kering masih membuat inflasi pangan tetap perlu diwaspadai,” tutur Faiz kepada Kontan, Kamis (30/7/2026).
Ke depan, kami melihat inflasi masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia pada akhir tahun dengan respons kebijakan yang memadai, namun semakin mendekati batas atas.
Adapun Bank Indonesia (BI) menargetkan rata-rata inflasi sebesar 2,62% dalam Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2026.
Baca Juga: AAUI Sebut Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan Industri Asuransi Kesehatan Tahun Ini
Target tersebut meningkat dari Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2025 sebesar 2,50%, dan diperkirakan menurun menjadi 2,01%.
Meski demikian, BI menilai target inflasi di 2026 tersebut masih dalam batas sasaran BI yakni 2,5% plus minus 1%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














