Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara terus melakukan penataan terhadap perusahaan-perusahaan milik negara yang berada dalam pengelolaannya. Salah satu agenda yang dikebut adalah konsolidasi industri asuransi BUMN yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Konsolidasi tersebut mencakup sejumlah lini bisnis, mulai dari perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, hingga asuransi kredit.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan proses konsolidasi perusahaan asuransi BUMN masih terus berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
"Untuk merger asuransi juga sudah terjadi dan akhir tahun ini sudah harus terjadi," ujarnya saat ditemui langsung di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (10/9/26).
Selain perusahaan asuransi konvensional, Danantara juga menyiapkan konsolidasi pada lini asuransi syariah. Penataan tersebut mencakup asuransi jiwa syariah, asuransi umum syariah, hingga asuransi kredit berbasis syariah.
Baca Juga: BPS Ungkap Pola Makan Warga RI: Nasi Campur Makin Diminati!
Dony menjelaskan, konsolidasi pada segmen asuransi syariah juga berkaitan dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah. Dengan adanya KUR syariah, diperlukan pula dukungan dari sisi penjaminan dan perlindungan asuransi.
"Karena kan kita juga menyalurkan KUR syariah, jadi nanti ada asuransi penjaminan KUR syariah juga," jelasnya.
Konsolidasi perusahaan perasuransian tersebut menjadi bagian dari agenda streamlining perusahaan-perusahaan di bawah pengelolaan Danantara.
Menurut Dony, proses streamlining dilakukan melalui sejumlah skema, mulai dari penutupan atau likuidasi perusahaan, divestasi, konsolidasi, hingga restrukturisasi.
Sementara itu, restrukturisasi perusahaan dapat dilakukan melalui berbagai skema, termasuk penyertaan equity maupun in-rank asset yang pada akhirnya memiliki karakteristik serupa dengan equity.
Baca Juga: Siap-Siap Kunjungi Bsu.kemnaker.go.id untuk Cek Penerima BSU 2026, Bantuan Rp 900.000
Danantara juga menargetkan proses streamlining tersebut dapat memangkas jumlah perusahaan yang dikelolanya secara signifikan.
Saat ini, Danantara mengelola sebanyak 1.074 perusahaan. Jumlah tersebut ditargetkan dapat berkurang menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir 2026.
Dengan demikian, konsolidasi perusahaan asuransi BUMN menjadi salah satu bagian dari langkah Danantara dalam menyederhanakan struktur perusahaan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan bisnis BUMN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














