kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Bukan Cuma Makanan, Rokok Jadi Beban Belanja Besar Warga Desa


Senin, 05 Oktober 2026 / 16:38 WIB
Bukan Cuma Makanan, Rokok Jadi Beban Belanja Besar Warga Desa
ILUSTRASI. Suasana Pabrik Roko Raka Dimas Santoso merek roko Kabul di NTB (KONTAN/Muradi)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pengeluaran masyarakat perdesaan tidak hanya terserap untuk kebutuhan makanan. Rokok dan tembakau juga menjadi salah satu komponen yang cukup besar dalam belanja rumah tangga desa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026 yang diunggah pada 5 Oktober 2026, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di perdesaan mencapai Rp 23.555. Angka ini lebih tinggi dibandingkan masyarakat perkotaan yang sebesar Rp 20.926. 

Dengan demikian, pengeluaran rokok dan tembakau di perdesaan lebih tinggi Rp 2.629 per kapita per bulan dibandingkan perkotaan.

Baca Juga: Siap-Siap Kunjungi Bsu.kemnaker.go.id untuk Cek Penerima BSU 2026, Bantuan Rp 900.000

Jika dilihat dari porsinya terhadap total pengeluaran, perbedaannya semakin terlihat. BPS mencatat rokok dan tembakau menyumbang 7,84% dari total pengeluaran per kapita masyarakat perdesaan. 

Sementara di perkotaan, porsinya sebesar 4,71%. Artinya, rokok mengambil porsi belanja yang lebih besar di perdesaan dibandingkan perkotaan.

Rokok Kretek Paling Besar

Besarnya pengeluaran rokok masyarakat desa terutama berasal dari rokok kretek. 

BPS mencatat pengeluaran untuk rokok kretek filter di perdesaan mencapai Rp 17.115 per kapita per bulan, sedangkan di perkotaan Rp 16.181.

Untuk rokok kretek tanpa filter, pengeluaran masyarakat perdesaan mencapai Rp 4.492, lebih tinggi dibandingkan perkotaan sebesar Rp 3.155.

Sementara itu, untuk rokok putih, pengeluaran masyarakat perkotaan justru lebih tinggi, yakni Rp 1.124, dibandingkan perdesaan sebesar Rp 1.015.

Pengeluaran untuk tembakau juga jauh lebih tinggi di perdesaan. Masyarakat desa rata-rata mengeluarkan Rp 513 per kapita per bulan, sementara masyarakat kota hanya Rp 144.

Secara nasional, pengeluaran untuk rokok dan tembakau tercatat sebesar Rp 21.975 per kapita per bulan, dengan porsi 5,68% dari total pengeluaran.

Baca Juga: Cadangan Devisa Diprediksi Menyusut Jadi US$ 144,9 Miliar pada September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×